Pesawat terbang berbasis kapal induk (carrier-based aircraft) adalah pesawat yang digunakan oleh angkatan laut maupun marinir yang dioperasikan dari atas dek kapal induk. Tidak banyak negara yang memiliki pesawat jenis ini terutama pesawat tempur karena memang negara yang memiliki kapal induk tidaklah banyak. Negara yang memiliki kapal induk terbanyak tentu saja negara adidaya Amerika Serikat. AS memiliki belasan kapal induk kelas Nimitz yang merupakan kapal induk terbesar saat ini, plus beberapa kapal induk kelas lain.
Pesawat terbang berbasis kapal induk memiliki karakteristik tersendiri, seperti misalnya bisa mendarat maupun lepas landas pada landasan pendek dalam hal ini kapal induk, bahkan beberapa tipe bisa mendarat secara vertikal seperti helikopter. secara umum pesawat berbasis kapal induk ada dua macam yaitu CATOBAR (Catapult Assisted Take Off But Arrested Recovery) dan STOVL (Short Take Off and Vertical Landing).
CATOBAR
Pesawat jenis CATOBAR (Catapult Assisted Take Off But Arrested Recovery) adalah pesawat terbang yang lepas landas dibantu oleh alat semacam katapel yang terdapat di kapal induk dan menggunakan kabel penangkap untuk mendaratnya. Pesawat jenis ini hampir mirip dengan pesawat konvensional yang terbang pada landasan di darat, namun karena landasannya sangat pendek maka pesawat membutuhkan “pendorong” tambahan agar bisa lepas landas dengan sempurna, untuk itu digunakanlah semacam katapel yang ditenagai secara hidrolik yang bisa melemparkan pesawat dari kondisi diam ke kecepatan ratusan KM/jam dalam waktu beberapa detik saja.
Katapel ini dibutuhkan karena pesawat jet modern rata-rata memiliki kecepatan lepas landas minimum yang cukup tinggi, sehingga kalau hanya mengandalkan kecepatan kapal plus arah angin yang berlawanan masih belum cukup untuk menerbangkan pesawat tempur mutakhir, oleh karena itu katapel berkekuatan tinggi dibutuhkan untuk membantu lepas landas.
Ketika melakukan pendaratan pun pesawat model ini tidak bisa mendarat begitu saja. proses pendaratan di kapal induk termasuk sangat sulit, arah angin yang tidak jelas serta kapal induk yang terus bergerak menjadi faktor penambah kesulitannya, selain itu landasan yang sangat pendek juga makin menambah tingkat kesulitan. Untuk itu ketika mendarat, pesawat jenis ini memiliki semacam kaitan (hook) yang nantinya akan menyangkut ke kabel-kabel penangkap (arrester) yang dibentangkan sepanjang landasan. ketika mendarat kaitan akan terkait ke kabel dan pesawat akan tersangkut dan berhenti seketika, dengan demikian landasan yang pendek tidak lagi menjadi masalah.
Berbeda dengan pendaratan di daratan, mendarat di kapal induk kecepatan pesawat justru dijaga agar tetap tinggi, bahkan ketika roda menyentuh dek, kondisi throttle (semacam gas) dalam kondisi penuh, baru setelah hook terkait dengan kabel, throttle diturunkan ke nol. Bukan apa-apa, hal ini untuk menjaga kalau-kalau proses pendaratan gagal dan pesawat bisa lepas landas kembali dan mencoba lagi proses pendaratan, kalau tidak bisa-bisa pesawat malah bablas dan tercebur ke laut.
Jenis pesawat model CATOBAR yang aktif saat ini tidak banyak, karena hanya beberapa negara saja yang memiliki kapal induk yang besar dan bisa dijadikan basis bagi pesawat model ini, beberapa diantaranya adalah Boeing F/A-18 (semua tipe), Dassault Rafale, F-35C Lightening II, F-14 Tomcat, C-2 Greyhound , EA-6 Prowler, dll.
STOVL
Jenis pesawat STOVL (Short Take Off and Vertical Landing) adalah pesawat yang berbasis di kapal induk yang bisa lepas landas di landasan pendek (dek kapal) tanpa bantuan katapel dan dapat mendarat secara vertikal layaknya helikopter. Pesawat jenis ini cukup unik dan jumlahnya juga cukup sedikit. keunikan yang paling terlihat adalah kemampuannya mendarat secara vertikal seperti yang biasa kita lihat di film-film fiksi. kemampuan ini didapat karena dorongan jet (thrust) bisa diputar kebawah sehingga daya dorong menjadi kebawah bukan ke belakang, dengan demikian pesawat bisa melayang (hover) dan mendarat secara vertikal.
Karena model pesawat STOVL ini memerlukan mekanisme yang cukup rumit terutama pada bagian pendaratan vertikal sehingga daya dorong mesin harus bisa diputar ke bawah, maka harga dari pesawat STOVL ini pun biasanya cukup mahal. Pesawat yang bisa melakukan ini sampai saat ini baru AV-8 harrier keluaran Amerika Serikat Yakovlev Yak-38 Rusia dan Harrier Inggris, Namun kedepannya akan ada pesawat F-35B yang bisa melakukan kemampuan serupa.
Untuk mengoperasikan pesawat STOVL tidaklah memerlukan kapal induk yang terlalu besar, karena hanya membutuhkan landasan pendek untuk terbang dan “alas” untuk mendarat, tidak perlu repot-repot menggunakan katapel dan kabel penangkap untuk lepas landas dan mendarat, oleh karena itu beberapa negara yang tidak terlalu “kaya” bisa mengoperasikan pesawat model ini tanpa harus memiliki kapal induk besar yang jauh lebih mahal.
Selain kedua model pesawat bersayap tetap diatas, kapal induk juga biasanya mengoperasikan helikopter untuk keperluan lain, misal untuk angkut logistik maupun operasi kapal selam. Dalam sebuah kapal induk besar seperti kelas Nimitz milik Amerika serikat, bisa mengangkut sekitar 80-90 pesawat, sedangkan untuk kapal induk negara lain seperti Inggris, Perancis maupun Italia jumlahnya lebih sedikit lagi karena memang ukuran kapal yang mereka miliki tidak sebesar punya AS, apalagi kalau membandingkan jumlahnya, tidak ada yang bisa menandingi atau bahkan mendekati jumlah yang dimiliki Amerika Serikat. Maka dari itu, tidak salah kalau AL AS merupakan AL terkuat di dunia.
Baru-baru ini ada sebuah fitur baru diluncurkan oleh dua layanan video sharing populer YouTube dan Vimeo yaitu fitur video player dengan HTML5. dengan menggunakan video player HTML5 ini, kita tidak usah menggunakan flash player untuk memainkan video yang ada di situs tersebut, melainkan bisa diputar secara native karena di render langsung oleh peramban (browser) yang sudah mendukung standar baru HTML5.
Ilustrasi
Konon, sampai saat ini peramban yang didukung oleh kedua situs tersebut baru Google Chrome,Apple Safari dan Internet Explorer dengan pengaya Chrome Frame, karena baru peramban inilah yang sudah mendukung standar HTML5 secara baik, saya belum tahu apakah peramban terbaru yang sedang populer sekarang Firefox 3.6 sudah mendukung HTML5 dan didukung oleh kedua situs video sharing tersebut atau belum.
Untuk mengaktifkan mode HTML5 player cukup mudah, pada situs Vimeo, coba buka saja salah satu video, kemudian cari di bagian kanan bawah tidak jauh dari jendela video, klik tulisan switch to HTML5 Player. Untuk situs YouTube juga sama mudahnya, caranya masuk ke halaman http://youtube.com/html5, pada halaman itu akan ada keterangan apakah peramban yang anda pakai sudah mendukung HTML5 atau belum, jika sudah, klik Join the HTML5 Beta di bagian bawah, maka setiap video yang anda putar nantinya akan diputar dengan HTML5 Player.
Saya sendiri sudah mencoba kedua “fitur” baru tersebut, walau masih dalam status “percobaan” tapi hasilnya cukup bagus, terutama untuk video yang diputar dari situs Vimeo, hampir tidak ada perbedaan dengan flash player yang mereka miliki, baik dari segi performa maupun antarmuka player -nya. Untuk situs YouTube pun demikian, namun sepertinya performanya tidak sebaik Vimeo, seringkali video tersendat dan stuck di tengah (bukan karena loading/buffering), setiap membuka satu video pun indikator video buffer (warna merah) selalu terisi penuh, padahal proses loading belum dimulai, ini artinya sistem tidak bekerja dengan semestinya. Dalam percobaan tersebut saya menggunakan peramban Google Chrome, saya belum mencoba dengan peramban lain, bisa saja hasilnya berbeda, karena proses rendernya memang sangat tergantung dari perambannya itu sendiri, berbeda dengan flash player yang dirender oleh pluginAdobe Flash Player.
Saya sendiri berharap HTML5 ini menjadi standar umum dalam waktu dekat, termasuk untuk video player, dengan demikian kita tidak selalu harus bergantung kepada pengaya pihak ketiga seperti Flash Player, setiap peramban bisa menampilkan isi situs yang interaktif tanpa memerlukan banyak pengaya. Namun (lagi-lagi) konon, untuk mencapai standar HTML5 yang sempurna masih jauh, jadi sepertinya kita masih harus lebih bersabar lagi.
Saat ini saya menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu 9.10 yang bersandi Karmic Koala. sejauh ini fitur-fitur barunya memang cukup menyenangkan, apalagi dari segi tampilan mulai ada perubahan sejak beberapa seri terdahulu yang cenderung begitu-begitu saja. Cukup telat memang kalau baru sekarang saya membahas tentang si Karmic Koala ini, toh sistem operasi ini sudah dirilis sejak bulan Oktober 2009, tapi tak apalah, tak ada larangan bukan?
ilustrasi
Langsung saja ke unek-uneknya, terus terang saya kecewa sama performa Karmic Koala ini, rasanya jauh dibawah versi sebelumnya yaitu Ubuntu 9.04, rasanya untuk menjalankan aplikasi lebih berat dari sebelumnya, padahal setelah menggunakan versi 9.04 sudah banyak perbaikan dan lebih cepat dari seri terdahulu. saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. contoh paling terasa adalah ketika membuka aplikasi peramban (browser), kadang tiba-tiba memori di load sangat tinggi dan kerja prosesor meningkat, sampai-sampai kipas di CPU berdesing kencang. kemudian dari segi desktop effect juga entah kenapa kinerjanya jadi menurut, beberapa efek animasi menjadi tersendat dan tidak mulus, walaupun tidak parah, namun hal ini dirasa mengganggu kenyamanan, sampai-sampai saya harus menonaktifkan beberapa efek, padahal sebelumnya tidak begitu.
Aplikasi Al-Qur’an digitalZekr bahkan sama sekali tidak bisa dibuka, aplikasi berbasis Java ini menolak untuk dijalankan, lagi-lagi sebelumnya tidak seperti itu, padahal bagi saya aplikasi ini cukup penting, ya sambil belajar mengaji lah. Kemudian yang cukup mengecewakan saya adalah aplikasi VirtualBox, sebelumnya lancar-lancar saja, sekarang kok suara dari sistem operasi Guest jadi putus-putus ya? begitupun dengan kinerjanya, rasanya semakin lelet saja. huh…
Dari sejak awal saya menginstall di bulan Oktober itu, beberapa kejanggalan memang terasa, tapi saya pikir ah ini wajar, namanya juga baru diluncurkan, tunggu saja pasti kedepannya ada beberapa perbaikan, namun setelah saya tunggu sampai sekarang, tidak ada perbaikan berarti, padahal untuk urusan pemutakhiran (update) saya tidak pernah ketinggalan, maklum saya orangnya termasuk new version horny*halah*, jadi tiap ada pemutakhiran terbaru pasti langsung saya pasang, bahkan untuk kernel pun kalau tidak salah sudah 3x dimutakhirkan, padahal kernel ini adalah harapan terakhir dimana akan adanya perubahan, tapi hasilnya nihil.
Dengar-dengar gosip sih, katanya memang seri x.10 itu selalu tidak stabil, kalau mau yang stabil pakailah seri x.04, begitu mitosnya. ya mungkin inilah resiko pakai sistem operasi yang menganut update berkala dan terbilang cepat, yang penting keluar tepat waktu, urusan “kematangan” kadang dikesampingkan, ya kita tunggu saja edisi berikutnya, mudah-mudahan bisa jauh lebih baik dari sekarang, saya sebagai user biasa tidak bisa berkontribusi banyak, hanya bisa mengeluh
Jika anda termasuk salahsatu social media freak atau setidaknya aktif di dunia social media pasti tahu donk kalau sekarang sedang musim satu layanan “tanya-jawab” dari Fromspring.me? ya… layanan ini sedang booming beberapa minggu terakhir, saya sendiri mengetahui layanan ini dari seorang teman di Facebook, melihat sepintas saja langsung bisa ditebak seperti apa “permainan” dari layanan ini, intinya menyediakan tempat untuk bertanya apapun kepada sang pemilik profile kemudian dijawab oleh yang bersangkutan.
Profil Fromspring.me saya
Terus apa istimewanya? ya sebenarnya kalau melihat fungsi esensialnya memang biasa saja, tapi unsur fun dari layanan ini justru terdapat di isi dari tanya-jawabnya itu sendiri, terkadang banyak hal-hal konyol yang ditanyakan orang-orang pada kita yang biasanya dijawab dengan konyol juga. kemudian yang membuat lebih menarik lagi adalah fitur “follow” seperti yang terdapat di situs jejaring lainnya seperti Twitter, Tumblr atau Koprol. dengan following atau mengikuti seseorang maka ketika ada tanya-jawab dari orang tersebut akan muncul di dashboard kita layaknya timeline pada situs Twitter.
Tidak mau kalah, baru-baru ini Tumblr pun mengeluarkan fitur serupa, tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Tumblr, mengingat situs ini sudah memiliki begitu banyak fitur yang menarik dan (menurut saya) unik, selain fungsi utamanya sebagai tumbleog juga memiliki fitur seperti reblog, post chat, quote, video, photo, dll. Tumblr juga mempunyai fungsi jejaring dengan adanya fitur follow terhadap user lain, dengan demikian, ketika kita ngoprek Tumblr kita berinteraksi dengan user lain diantaranya dengan melihat post mereka atau jika menarik kita bisa memberi tanda “cinta” berupa love post (semacam post favorit) atau kalau perlu reblogging post tersebut. Fitur baru tanya jawab itu sendiri bisa diakses dari menu “message” di dashboard Tumblr, nantinya halaman tanya jawab akan berada di username.tumblr.com/ask atau namadomain.com/ask sesuai dengan domain yang digunakan.
Ingin bertanya pada saya? silakan akses profil Fromspring.me saya disini dan blog Tumblr saya disini, selamat bertanya jawab…
Lagi-lagi sang raksasa internet, Google, mengeluarkan produk baru, kali ini berupa layanan mobile bernama Google Goggles. Google Goggles adalah layanan pencarian untuk perangkat mobile berbasis Android. Dengan Google Goggles, untuk mencari tahu sesuatu dengan Google anda tidak usah mengetik apapun, cukup arahkan kamera ke objek yang ingin dicari informasinya, misalnya buku, foto, lukisan, tempat (gedung, toko, landmark, dll), atau bahkan teks dari kartu nama, setelah itu Google Goggles akan mencari informasinya dengan mencocokan gambar yang diambil dengan database pencarian dari Google. Masih bingung? mungkin video berikut bisa memberi gambaran lebih jelas….
Selain itu, Google Goggles memungkinkan untuk menampilkan informasi secara realtime dengan memanfaatkan kamera dan GPS, ketika anda mengarahkan kamera ke suatu tempat, misalnya sebuah toko, secara realtime data mengenai toko tersebut ditampilkan oleh Google Goggles (ilustrasi bisa dilihat pada video diatas), waw! canggih sekali bukan?!
Sayangnya penggunaan Google Goggles ini masih terbatas pada perangkat mobile yang berbasis sistem operasi Android saja yang memang dikeluarkan oleh Google sendiri, entahlah kedepannya apakah akan mendukung perangkat lain seperti iPhone atau BlackBerry atau memang eksklusif untuk Android saja, namun yang saya lihat, Google Goggles ini merupakan salahsatu terobosan Google yang luar biasa. Hebat, salut untuk Google .