Chat Facebook dengan XMPP/Jabber Client

3 Maret 2010

Menjelang pertengahan Februari kemarin, Facebook mengumumkan bahwa Facebook chat sekarang bisa diakses melalui XMPP/Jabber client. Dengan protokol yang lebih terbuka ini, maka kita bisa mengakses Facebook Chat dari berbagai aplikasi IM client tanpa harus login dari web Facebook.

XMPP/Jabber adalah protokol terbuka untuk instant messaging (IM). Aplikasi populer yang menggunakan protokol ini adalah Gtalk, kemudian sekarang disusul oleh Facebook. Pengaplikasiannya sangat luas, bahkan bisa juga digunakan dilingkungan internal dengan menggunakan domain sendiri.

Kembali ke Facebook Chat, untuk mengetahui bagaimana pengaturan IM client agar bisa mengakses Facebook Chat, bisa dilihat disini. Pada halaman tersebut disebutkan konfigurasi untuk macam-macam IM client seperti PidginAdium, iChat, dll. secara umum, konfigurasi account-nya seperti ini:

1
2
3
4
5
Protocol: XMPP or Jabber
Username: username
Domain: chat.facebook.com
Jabber ID: username@chat.facebook.com
Password:<password anda>

Ganti username dan password dengan username dan password yang anda gunakan. Apabila belum membuat username untuk account Facebook anda, silakan membuatnya dulu dengan mengakses halaman berikut.Sedangkan untuk server info-nya dengan konfigurasi sebagai berikut:

1
2
3
4
Port: 5222
Server: chat.facebook.com
Use SSL/TLS: no
Allow Plaintext Authentication: no

Silakan sesuaikan pengaturan diatas dengan IM client yang anda gunakan. apabila mengalami kesulitan atau pertanyaan, anda bisa mengakses Facebook Help Center untuk chat disini.

Dengan menggunakan protokol  terbuka seperti XMPP ini, sekarang kita lebih bebas memilih aplikasi yang digunakan untuk chat di Facebook, tidak terpatok harus dari web (yang menurut saya sangat tidak nyaman).  Selamat Mencoba.

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Facebook Photo Tagging Abuser

27 Februari 2010

Salahsatu fitur menarik di Facebook adalah photo tagging, dengan fitur ini kita dapat menandai sebuah foto dengan tulisan ataupun nama (profil) seseorang pada bagian-bagian tertentu. Mengasyikan memang fitur tagging ini, sayangnya sekarang banyak yang menyalahgunakan fitur ini. Orang-orang dengan seenaknya men-tag orang lain pada sebuah foto, padahal dalam foto atau gambar tersebut tidak terdapat potret orang yang dimaksud. Biasanya orang melakukan tagging seperti ini untuk menarik perhatian agar melihat foto yang dia unggah dan berharap akan dikomentari.

facebook

Ilustrasi

Terus terang saya sendiri suka kesal pada para abuser ini, terkadang tidak tanggung-tanggung puluhan orang ditag pada sebuah foto yang menurut saya “tidak penting” dan tidak jarang malah menjengkelkan. Awalnya foto lucu-lucuan, lama-lama foto sampah, porno dan sama sekali tidak lucu. ya mungkin orang ini butuh perhatian sehingga mengunggah sebuah foto dan men-tag banyak orang di fotonya.

Saya biasanya langsung menghapus tag nama saya dari foto tersebut apabila memang dalam foto itu tidak terdapat gambar diri saya. Tagging abuse seperti itu cukup mengganggu buat saya, profil kita nantinya akan dipenuhi oleh foto-foto yang sama sekali tidak berkaitan dengan diri kita, notifikasi tiada henti dari orang-orang tidak dikenal yang mengomentari foto tersebut, padahal (sekali lagi) gambar kita tidak ada di foto itu dan sama sekali tidak relevan dengan diri kita, menjengkelkan bukan?

Kadang agak canggung juga untuk menghapus tag nama kita dalam sebuah foto, apalagi orang yang men-tag kita adalah orang yang cukup kita kenal, tapi mau tidak  mau, saya harus sedikit tegas. Sang pemilik gambar boleh tersinggung karena saya remove nama saya dari fotonya, tapi saya juga punya hak melakukan itu karena saya sama sekali tidak ada disitu dan (sekali lagi) hal itu sangat menganggu.

Apabila ada teman-teman yang merasa pernah melakukan hal diatas dan membaca tulisan ini, saya mohon maaf, saya tidak ada sentimen pribadi terhadap anda sekalian, saya cuma tidak senang dengan photo tagging abuse seperti itu, selebihnya tidak ada masalah. mudah-mudahan bisa dimengerti.

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Mengamankan Username

27 Januari 2010

Situs jejaring sosial semakin populer, layanan online pun semakin banyak, membuat sebuah account di situs-situs tersebut sudah seperti kewajiban bagi para netizen. rasanya tidak gaul kalau belum punya account Facebook atau Twitter; merasa tidak punya identitas kalau belum punya Yahoo! ID maupun email. hampir bisa dipastikan anda yang membaca tulisan ini pun setidaknya telah mempunyai satu alamat email. ketika kita membuat satu account di suatu layanan, kita diberi sebuah nama pengenal yang biasa disebut username. Username adalah suatu nama sandi bagi account kita di layanan tersebut.

Username adalah nama unik, satu username hanya bisa digunakan sekali, tidak bisa ada duplikasi username dalam sebuah layanan yang sama, sehingga username ini bisa menjadi identitas kita di dunia maya. Dalam memilih username cara orang berbeda-beda, ada yang menggunakan nama asli seperti yang biasa saya lakukan, ada pula yang menggunakan nickname atau nama julukan, apapun username yang dipilih sah-sah saja, selama username tersebut belum dimiliki orang lain. oleh karena itu, “pengamanan” username kadang perlu dilakukan untuk mencegah nama kita dipakai oleh orang lain.

Dalam memilih usename, biasanya seseorang menggunakan nama yang sama untuk setiap account yang dimilikinya (walaupun tidak selalu demikian), tujuannya adalah selain untuk memperkuat self branding juga sebagai identitas dirinya agar mudah dikenali oleh orang lain.

Saya sendiri sejak dulu biasa mendaftar di layanan-layanan baru yang terkadang saya belum paham betul apa fungsi layanan tersebut, selain untuk mencoba seperti apakah layanan itu, juga untuk “mengamankan” username sebelum digunakan oleh orang lain. Saya bahkan sering mengalami hal lucu seperti ini, ketika saya mendaftar di sebuah situs ternyata username yang saya daftarkan ditolak karena telah dimiliki orang lain, saya cukup heran juga mengingat nama saya ini jarang ada yang punya dan jarang digunakan orang lain. setelah saya lihat ke profil “yang bersangkutan” ternyata dia itu saya sendiri yang telah mendaftar disana beberapa waktu sebelumnya, bisa sampai lupa begitu, hehe…

Bagi anda yang biasa menggunakan username yang cukup “umum” misal menggunakan nama depan yang dimiliki orang banyak seperti Budi, Indra, Putri, Rina, dll. harus lebih sigap lagi dalam mengamankan username, bukan tidak mungkin nama tersebut sudah keburu didaftarkan orang lain, kalau sudah begitu kita cuma bisa gigit jari. bukan apa-apa, terkadang orang lain mengenal kita dari username kita, tapi ketika “bertemu” di suatu jejaring misalnya dan bertemu nama yang sama bisa-bisa nantinya salah sambung karena username yang biasa kita pakai sudah didahului orang lain.

Mengamankan nama ini sebenarnya bukan terpaku pada username ID untuk sebuah account di layanan online, tapi berlaku juga untuk nama domain dan alamat email, jadi sebelum didahului orang lain sebaiknya anda buru-buru mendaftarkan nama anda sebelum keduluan orang lain dan menyesal nantinya. :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Membalas komentar Facebook melalui Email

14 Januari 2010

Facebook sekarang telah menjadi layanan jejaring terbesar di dunia, sudah ratusan juta orang telah terdaftar sebagai anggotanya dari seantero bumi. ‘main’ Facebook memang mengasyikan, kita bisa saling terhubung dengan teman-teman, salah satu bentuk interaksinya adalah komentar pada post yang kita kirim, misall wall, foto, video, dll.

Ketika kita mengomentari suatu post atau post yang kita kirimkan ada yang mengomentari, biasanya Facebook memberikan notifikasi berupa email kepada kita, hal ini sebenarnya cukup berguna sekaligus juga menganggu. berguna karena kita diberi tahu bahwa post kita ada yang menanggapi sehingga kita bisa dengan segera mengeceknya, namun disisi lain notifikasi ini cukup menganggu, apalagi jika post kita dikomentari oleh banyak orang, bisa-bisa inbox di email kita penuh oleh notifikasi ini dan akhirnya kita merasa kalau email notifikasi ini tidak lebih dari sampah (spam), lagipula kita masih bisa melihat notifikasi dari statusbar di bagian kanan bawah halaman situs Facebook. Namun jika anda sekarang masih menganggap email tersebut sampah dan tidak berguna, coba pikirkan lagi, karena facebook punya fitur baru yang akan membuat email notifikasi tersebut lebih “berguna”.

Kemarin (13/01/2010) Facebook mengumumkan suatu fitur baru dari layanan jejaring sosial ini, yaitu membalas komentar melalui email. bagaimana caranya? cukup mudah, setiap notifikasi pasti dikirim berupa satu email tunggal, untuk membalas komentar dari notifikasi itu cukup tekan tombol “reply” pada aplikasi pengelola email anda layaknya membalas email biasa, setelah itu anda tinggal menuliskan balasan anda disitu dan kirim “send”. yah… memang semudah itu, semudah membalas email biasa saja, tidak ada format khusus untuk membalasnya, Facebook akan otomatis memasukannya ke post yang sedang dikomentari. untuk gambarannya bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini:

Ilustrasi (diambil dari blog Facebook)

Nah, dengan adanya fitur baru ini, setidaknya email yang kita terima dari Facebook akan sedikit lebih berguna, kita bisa menggunakannya untuk membalas komentar tanpa harus masuk ke situs facebooknya sendiri, apalagi jika situs facebook di blokir di tempat anda namun masih bisa berinteraksi dengan teman-teman melalui email ini, fitur ini juga sangat terasa gunanya bagi anda pengguna layanan push mail, karena lebih mudah membalasnya melalui email. Jika anda sebelumnya mematikan fasilitas notifikasi email, tidak ada salahnya mengaktifkannya kembali dan mencoba fitur ini. selamat mencoba.

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Dashboard Baru Tumblr

13 Januari 2010

Pagi ini seperti biasa saya buka Dashboard Tumblr untuk melihat apakah ada update baru dari teman-teman yang saya follow,  awalnya tampak tidak ada yang aneh, tapi setelah melihat post ini, saya akhirnya ngeh kalau fitur tumblarity sudah dihilangkan sejak tanggal 12 Januari lalu, Tumblarity adalah semacam sistem poin bagi pengguna Tumblr yang dinilai berdasarkan frekuensi posting, reblog maupun loved post.

Dashboard Tumblr

Ternyata bukan hanya tumblarity yang dihilang, namun ada juga beberapa perubahan pada dashboard, terutama pada bagian sidebar sebelah kanan, diantarnya:

  • list blog yang kita kelola sekarang disajukan dalam bentuk dropdown menu, bukan berjejer kebawah seperti sebelumnya.
  • Post count, adalah indikator yang menunjukan jumlah post yang telah kita buat di blog Tumblr kita, letaknya tepat berada dibawah url blog kira.
  • Followers, ini salahsatu fitur baru yang saya suka, sebelumnya saya kebingungan kemana harus melihat daftar orang yang mengikuti kita, sekarang kita bisa melihatnya dengan mudah, letaknya dibawah post count.
  • Radar, sebenarnya ini bukan fitur baru, radar ini menampilkan post secara acak dari post-post yang populer di Tumblr, sebelumnya (dan sampai sekarang masih) bisa diakses melalui menu navigasi utama diatas pada bagian Popular.

Itulah beberapa perubahan dari dashboard Tumblr yang saya ketahui, mungkin ada yang terlewat oleh saya, maklum saya baru menemukannya beberapa menit yang lalu. perubahan ini juga diumumkan secara resmi di Tumblr staff blog, disini.

Sudah punya blog Tumblr? follow saya disini, atau jika belum mari ikut bergabung, daftarkan disini. happy blogging…

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes