"Re:" Itu Bukan Reply
2 Desember 2009Pernah pakai email kan? atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut surel alias surat elektronik, nah ketika kita membalas suatu surel maka subjek atau judul dari surel tersebut akan diberi awalan (prefix) re: di bagian depannya, misalkan subjek aslinya:
halo apa kabar?
kemudian anda membalas surel tersebut, maka secara otomatis aplikasi klien surel (email client) akan merubah judul/subjeknya menjadi:
re: halo apa kabar?
Nah dari sini pasti banyak yang menyangka kalau re: didepan itu adalah kependekan dari reply (balas), benar kan? terus terang saya juga dulu menganggapnya begitu, tapi setelah membaca tweet dari mas Ivan Lanin, saya juga baru tahu kalau re: itu bukan kependekan dari Reply, tapi dari Rei/Res yang merupakan bahasa Latin yang artinya kurang lebih adalah “perihal”.
Ternyata ketidaktahuan akan arti sebenarnya dari kata Re: itu tidak hanya terjadi pada orang awam seperti kita (anda dan saya tentunya
), tapi juga bagi para programmer di layanan penyedia surel, contohnya Yahoo! mail Indonesia menterjemahkan Re: ini dengan Bls: yang merupakan kependekan dari “balas” – balas adalah terjemahan langsung dari Reply – berarti mereka juga menganggap bahwa Re: ini adalah Reply, iya kan?
Sekarang saya mengerti kenapa beberapa aplikasi klien surel (email client) kadang tidak menampilkan surel secara berurutan (threaded) ketika ada subjek yang berubah dari re: menjadi bls:, karena aplikasi tersebut tidak mengenal prefix re:, makanya ketika ada prefix baru dengan awalan bls: maka ia akan masuk ke thread/percakapan baru, bukan ke thread/percakapan semula, walaupun subjeknya tetap sama. makanya kalau di milis saya kadang suka agak kesal dengan balasan yang berisi subjek dengan prefix bertumpuk seperti "bls: re: bls: bls: re: re: halo apa kabar?", hal ini terjadi karena klien surel tidak mengenal prefix bls: sehingga membuatkannya thread baru, dan hal ini merusak urutan percakapan. jadi kalau memang re: ini merupakan kependekan dari rei/res, seharusnya prefix ini menjadi universal, apapun bahasa pengantar yang kita pakai, sebagai prefix balasan gunakanlah re: agar urutan percakapan tidak berantakan.
Catatan:
Mohon maaf jika anda agak bingung dan tidak terbiasa dengan istilah serapan seperti surel, saya hanya mencoba membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia untuk istilah-istilah dalam dunia teknologi informasi.
