Album terbaru dari grup trio Lady Antebellum yang berjudul “Need You Now” resmi dirilis hari ini (26 Januari 2010), sebuah kabar gembira bagi para penggemar band country ini. Sebelumnya Lady Antebellum telah melepas single pertama dari album ini yang berjudul sama yaitu “Need You Now”, single tersebut sangat sukses di pasaran, bahkan mendapat penghargaan platinum karena telah sukses terjual lebih dari satu juta copy dan menjadi nomor satu selama lima minggu berturut-turut. Lagu “Need You Now” sendiri telah dibuat videoklipnya beberapa waktu lalu. berikut adalah video klipnya:
Single kedua dari album ini yaitu “American Honey” baru saja akan dibuat video klipnya, pengambilan gambarnya sendiri baru selesai dibuat kemarin (25 Januari 2010), kemungkinan tidak akan lama lagi video klip tersebut bisa kita saksikan di televisi maupun internet.
Sampul album "Need You Now"
Lady Antebellum (atau biasa juga disebut Lady A) adalah sebuah grup band yang terdiri dari tiga musisi muda berbakat, yaitu Dave Haywood, Charles Kelley dan satu orang perempuan, Hilary Scott. Band ini dibentuk tahun 2006 oleh ketiga orang tersebut. sebagai informasi saja, Charles Kelley adalah saudara dari artis pop Josh Kelley dan Hilary Scott adalah putri dari penyanyi country legendaris Linda Davis.
Format dari Lady A ini sendiri adalah vocal group+band, artinya semua anggota dari band ini adalah vokalis, namun tidak hanya bernyanyi, kedua anggota pria dari band ini juga bermain musik (instrumen). “Need You Now” adalah album kedua mereka, album pertama yang berjudul sama dengan nama band mereka, “Lady Antebellum” dirilis tahun 2008 silam. album tersebut membuat nama mereka melesat seperti roket, sampai akhirnya album kedua mereka pun menjadi salah satu most waited album di kancah musih country, sungguh prestasi yang luar biasa, hanya dalam waktu singkat nama mereka begitu cepat populer.
Sayangnya, sepertinya album-album mereka belum masuk ke pasar musik Indonesia. beberapa waktu lalu saya sempat mencari CD pertama mereka di beberapa toko musik di Bandung, tapi tidak menemukannya, kemungkinan untuk album kedua pun demikian, ya mungkin karena nama mereka kurang dikenal disini, tidak seperti di negara asalnya Amerika.
But anyway, it’s still a good news!! *at least for me, hehe…*
Kasus Luna Maya versus Infotainment memang sekarang sudah mulai mereda, tapi dari kasus tersebut masih ada hal yang mengganjal bagi saya, terutama tentang hubungan mutualisme antar keduanya. Para “wartawan” itu dengan bangganya mengaku membesarkan para artis, tanpa mereka, artis bukan apa-apa. Benarkah? saya ragu, justru para pekerja infotainment itu akan kehilangan pekerjaan kalau tidak ada artis yang mereka beritakan, sedangkan artis? mereka masih bisa berkarya, para aktor/aktris masih bisa populer karena film/sinetron yang mereka bintangi akan dipromosikan rumah produksi, tanpa campur tangan infotainment, begitu juga para penyanyi atau musisi, akan tetap populer karena karir mereka, ditambah promosi dari pihak label. tidak percaya? tengok saja artis-artis indie, apakah mereka diberitakan infotainment? tidak, tapi mereka masih punya banyak penggemar tuh.
webisode dari www.saraevans.com
Untuk urusan diluar pekerjaannya, para artis bisa saja tetap memberitakannya kepada para fans dengan membuat sendiri liputannya. Di luar negri, para artis sudah terbiasa membuat semacam video blog sebagai ajang “pemberitaan” kehidupan pribadi mereka, kegiatan diluar panggung atau dibalik layarnya. mereka merekam sendiri video tersebut, kemudian mengunggahnya di website ataupun di akun YouTube mereka, sehingga para penggemarnya masih tetap bisa mengetahui kegiatan artis idolanya tanpa campur tangan infotainment.
Contoh video blog atau sering pula disebut webisode yang biasa saya tonton adalah milik Sara Evans, Martina McBride, Lady Antebellum dan Taylor Swift. Maaf yah contohnya artis country semua, maklum saya adalah fan mereka saya selalu menunggu video-video terbaru dari mereka, terkadang kemasannya cukup menarik dan lucu, tidak kalah menarik dari liputan infotainment, bahkan tidak jarang banyak video-video eksklusif yang tidak mungkin didapat para pekerja infotainment, tentu saja karena yang merekam adalah dari pihak artis (dan management) itu sendiri sehingga aksesnya lebih mudah.
Saya sendiri cukup terpuaskan menonton webisode mereka, isinya selalu menyenangkan, selalu good news, tidak ada hal-hal miring seperti yang diberitakan di infotainment, sehingga saya benar-benar merasa terhibur, bukan terpancing untuk mempergunjingkan orang lain. kira-kira di Indonesia sendiri kapan yah para artis berinisiatif membuat video blog rutin seperti itu? jadi siapa bilang artis akan “mati” tanpa infotainment?
Hari ini saya dikejutkan oleh dua berita kematian yang menurut saya tidak wajar, yang pertama berita tewasnya seorang wanita muda di Mall Grand Indonesia. diduga wanita tersebut jatuh dari lantai 4 dan tersangkut di eskalator. kemudian beberapa jam kemudian (mungkin tidak sampai 3 jam) tersebar lagi kabar seseorang tewas setelah jatuh dari lantai 5 di pusat perbelanjaan Senayan City (Sency). kedua berita tersebut tersebar sangat cepat melalui situs mikroblogging Twitter, bahkan mendahului situs berita atau media massa manapun, lengkap dengan foto hasil tangkapan para “jurnalis amatir” tersebut, jika penasaran dengan berita dan fotonya, silakan cari sendiri di Twitter, saya tidak mau memberi tautan disini karena banyak yang keberatan jika menyebarluaskan foto kejadian tersebut, yang jelas lumayan mengenaskan.
Banyak orang berspekulasi mengenai motif kejadian ini, ada yang bilang mereka bunuh diri, ada yang bilang hanya kecelakaan, saya sendiri tidak mau berspekulasi karena memang tidak tahu pasti kejadian persisnya seperti apa, namun apapun yang terjadi semoga amal ibada para korban diterima di sisi-Nya, kalaupun memang bunuh diri, semoga dosa2nya diampuni. semoga dua kejadian yang hampir berturut2 ini hanya kebetulan semata dan tidak ada kaitannya satu sama lain, kalau ada, mungkin kasusnya akan semakin rumit. kita berdoa saja semoga tidak ada kejadian semacam ini lagi, kalau memang kecelakaan saya harap pihak pengelola pusat perbelanjaan bisa lebih meningkatkan tingkat keamanannya (safety) agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.