Tadi waktu iseng-iseng saya lihat account Twitter dari CMT saya menemukan sebuah band Country yang cukup menarik, band tersebut bernamaThe McClymonts. The McClymonts (cukup susah ditulis dan diucapkan ) adalah band trio asal Australia yang terdiri dari tiga bersaudara yang kesemuanya adalah perempuan, mereka adalah Brooke McClymont, Samantha McClymont dan Mollie McClymont.
The McClymonts telah memiliki tiga album hingga saat ini, sebuah album EP yaitu “The McClymonts” (2006) dan dua buah full album yaitu “Chaos and Bright Lights” (2007) dan “Wrapped Up Good” (2010) yang baru saja dirilis. Album EP mereka direkam di Australia, baru pada tahun 2007 mereka pergi ke “ibukota” musik Country, dimana lagi kalau bukan Nashville, Tennessee, AS. Hampir bisa dipastikan setiap artis country sukses lahir dari kota ini, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para artis baru, terutama yang tidak berasal dari Nashville, kota ini seolah punya magnet tersendiri sehingga tidak sedikit artis-artis baru yang mengadu nasib di kota Country ini, termasuk The McClymonts yang jauh-jauh datang dari Australia. Di Nashville mereka bekerja sama dengan beberapa musisi dan penulis handal yang juga menangani artis-artis country populer seperti LeAnn Rimes, Taylor Swift dan rekan senegara mereka, Keith Urban. Pada tahun 2007 lahirlah sebuah full album mereka yaitu “Chaos and Bright Lights” yang made in Nashville. walaupun demikian, album ini lebih dulu dirilis di Australia yaitu tahun 2007, dan baru pada musim semi 2010 ini akan dirilis di Amerika.
Sampul album "Wrapped Up Good"
Album ketiga yaitu “Wrapped Up Good” dirilis pada tanggal 15 Januari 2010 di Australia, belum ada kabar kapan akan dirilis di Amerika maupun negara lainnya. Dikarenakan kesulitan mendapatkan materi asli, akhirnya dengan sedikit usaha saya bisa mendapatkan MP3 album terbaru mereka ini. Dari segi musik, nuansa countrynya cukup kental, malah lebih kuat dibanding artis-artis country Amerika saat ini yang cenderung ngepop, walaupun tidak semua terdengar sangat countrish, pada beberapa lagu nuansa pop terdengar cukup kuat, tapi tidak masalah karena memang inilah ciri musik country kontemporer saat ini. Single pertama mereka “Kick It Up” cukup asyik, single yang dirilis mendahului albumnya yaitu tahun 2009 ini terdengar enerjik, tapi menurut saya kalau didengar-dengar suara violin pada bagian verse-nya agak mirip-mirip dengan lagu “Truth No. 2″ milik Dixie Chicks, tapi memang hanya ada sedikit kemiripan saja bukan berarti menjiplak, mungkin karena saya terlalu familiar dengan lagu Dixie Chicks itu
Secara umum album terbaru mereka ini cukup bagus, betah untuk didengar dan tidak membosankan, kalau tersedia albumnya cukup layak untuk dibeli (walau hampir dipastikan cukup sulit, kecuali beli langsung di Australia). Bagi penggemar country klasik seleranya akan cukup terpuaskan, bagi penggembar country kontemporer juga tidak akan terdengar “old school”, buat yang penasaran, berikut saya tampilkan video klip dari single mereka “Kick it Up”, selamat menikmati
Tadi siang, seorang teman saya datang ke kostan saya, kebetulan saya sedang mandi dan meninggalkan komputer dalam keadaan menyala sambil memutar musik dengan suara cukup kencang, mendengar musik yang diputar, sang teman pun berkomentar di twitternya:
Kalo ke kosan @hielmy musiknya pasti country2 an gini. Teu ngarti mi. (gak ngerti mi)
Saya cuma bisa senyum-senyum saja bacanya, tapi terus terang dalam hati saya bertanya “emang susah yah mencerna musik country?”, pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan, soalnya bukan cuma dia, hampir tiap orang yang mendengar musik yang saya putar pasti merasa “ngga ngerti” dengan apa yang mereka dengar, padahal saya sendiri boleh dibilang sangat awam sama urusan musik tapi cukup merasa nyaman dan mudah mencerna musik country, emang susah ya?
Ilustrasi
Bukan mau sok-sokan berselera musik beda atau kebarat-baratan, tapi untuk saat ini saya sedang merasa sangat nyaman dengan mendengarkan musik country, jangan membayangkan terlalu jauh seperti musik-musik koboi, malah kebanyakan musik yang saya dengar itu cenderung ngepop, malah beberapa kadang sampai tidak ngeh kalau itu termasuk musik country, saking ngepopnya. Herannya masih banyak yang berkomentar kalau mereka sulit untuk mendengarkan musik-musik itu, singkatnya nggak nemu sebelah mana enaknya, hehe…
Yah memang urusan selera susah dipaksakan, saya juga suka musik ini tanpa paksaan siapapun dan tanpa motivasi apapun (misal untuk gaya-gayaan, sok beda, dll), malah saya ingin menyebar luaskan musik ini agar dianggap “biasa” oleh orang-orang, selama ini saya kurang nyaman juga dipandang seperti orang aneh karena musik yang saya dengar, hehe…
Tapi kalau situasinya dibalik, saya pun kadang susah sih menemukan dimana “enaknya” suatu musik, taro lah temen saya begitu suka musik cadas (metal, entah metal apa) pokoknya isinya berupa srceam-scream begitu lah, terus terang saya susah untuk suka musik seperti itu, ya mungkin orang lain juga berpandangan seperti itu terhadap musik yang saya dengar, bedanya musik-musik cadas itu biarpun terdengar aneh buat saya tapi keberadaanya lebih dikenal oleh masyarakat banyak, jadi para penggemarnya pun tidak diangap aneh.
Oh ya, tapi jangan bertanya tentang musik country ke saya, saya tidak tahu banyak, apalagi ditanya urusan sejarah, nama-nama legendaris ataupun (sub)genre, saya hanya mendengarkan dan menikmati. itu saja.
Album terbaru dari grup trio Lady Antebellum yang berjudul “Need You Now” resmi dirilis hari ini (26 Januari 2010), sebuah kabar gembira bagi para penggemar band country ini. Sebelumnya Lady Antebellum telah melepas single pertama dari album ini yang berjudul sama yaitu “Need You Now”, single tersebut sangat sukses di pasaran, bahkan mendapat penghargaan platinum karena telah sukses terjual lebih dari satu juta copy dan menjadi nomor satu selama lima minggu berturut-turut. Lagu “Need You Now” sendiri telah dibuat videoklipnya beberapa waktu lalu. berikut adalah video klipnya:
Single kedua dari album ini yaitu “American Honey” baru saja akan dibuat video klipnya, pengambilan gambarnya sendiri baru selesai dibuat kemarin (25 Januari 2010), kemungkinan tidak akan lama lagi video klip tersebut bisa kita saksikan di televisi maupun internet.
Sampul album "Need You Now"
Lady Antebellum (atau biasa juga disebut Lady A) adalah sebuah grup band yang terdiri dari tiga musisi muda berbakat, yaitu Dave Haywood, Charles Kelley dan satu orang perempuan, Hilary Scott. Band ini dibentuk tahun 2006 oleh ketiga orang tersebut. sebagai informasi saja, Charles Kelley adalah saudara dari artis pop Josh Kelley dan Hilary Scott adalah putri dari penyanyi country legendaris Linda Davis.
Format dari Lady A ini sendiri adalah vocal group+band, artinya semua anggota dari band ini adalah vokalis, namun tidak hanya bernyanyi, kedua anggota pria dari band ini juga bermain musik (instrumen). “Need You Now” adalah album kedua mereka, album pertama yang berjudul sama dengan nama band mereka, “Lady Antebellum” dirilis tahun 2008 silam. album tersebut membuat nama mereka melesat seperti roket, sampai akhirnya album kedua mereka pun menjadi salah satu most waited album di kancah musih country, sungguh prestasi yang luar biasa, hanya dalam waktu singkat nama mereka begitu cepat populer.
Sayangnya, sepertinya album-album mereka belum masuk ke pasar musik Indonesia. beberapa waktu lalu saya sempat mencari CD pertama mereka di beberapa toko musik di Bandung, tapi tidak menemukannya, kemungkinan untuk album kedua pun demikian, ya mungkin karena nama mereka kurang dikenal disini, tidak seperti di negara asalnya Amerika.
But anyway, it’s still a good news!! *at least for me, hehe…*
Album baru penyanyi Country wanita Carrie Underwood dirilis bukan November 2009 lalu, cukup lama memang, tapi tidak ada salahnya saya review sekarang di sini. Album ketiga yang diberi judul “Play On” ini cukup menarik buat saya. pertama, tentu saja karena saya menyukai musik country modern, kedua, saya juga adalah penggemar Carrie Underwood, dan ketiga karena menurut saya pribadi album ini lebih bagus dari album sebelumnya.
Carrie Underwood : Play On
Ketika diputar, pada urutan pertama kita disuguhi sebuah lagu yang sedikit beraroma country rock berjudul “Cowboy Casanova”, lagu ini sekaligus menjadi single pertama dalam album ini. seperti biasa, suara tinggi melengking khas Carrie ada pula di lagu ini. Loncat ke lagu nomor lima ada lagu “Undo It”, yang menarik bagi saya, lagu ini mengingatkan pada lagu “Last Name” dari albumnya yang kedua, pada bagian reff ada sedikit mirip-mirip. Carrie juga menjadi co-writer pada 7 lagu yang terdapat dalam album ini.
Lagu “Mama’s Home” dan “Temporary Home” menjadi single berikutnya dari album ini, tapi sampai saat ini saya belum tahu apakah kedua lagu tersebut akan atau sudah dibuat video klipnya atau belum. Lagu “Quitter” memberikan suasana ceria pada bagian intronya dengan dentingan mandolin yang khas.
Berikut adalah video klip dari single pertamanya “Cowboy Casanova”:
Secara umum menurut saya album “Play On” ini lebih ngepop sekaligus lebih Country dari album sebelumnya, maksudnya? maksudnya begini, dari aransemen, lagu-lagu yang terdapat di album ini lebih catchy dan easy listening, tapi di sisi lain unsur instrumen khas musik country seperti mandolin, steel guitar dan banjo juga lebih terasa jika dibanding album sebelumnya “Carnival Ride” (2007). Di album ini juga, menurut saya suara Carrie tidak terlalu cempreng seperti di album terdahulu. terus terang, pada album kedua pada beberapa lagu agak sedikit annoyed dengan suara cemprengnya, namun disini tampaknya suaranya sudah lebih oke (setidaknya menurut selera saya)
Tracklist lengkapnya sebagai berikut:
Cowboy Casanova
Quitter
Mama’s Song
Change
Undo It
Someday When I Stop Loving You
Songs Like This
Temporary Home
This Time
Look At Me
Unapologize
What Can I Say (feat Sons of Sylvia)
Play On
O Holy Night (bonus track, khusus iTunes AS dan Kanada)
Tertarik? silakan cari albumnya di toko musik sekitar anda, atau bisa juga dibeli di toko musik online sperti iTunes Store maupun Amazon.com
Kasus Luna Maya versus Infotainment memang sekarang sudah mulai mereda, tapi dari kasus tersebut masih ada hal yang mengganjal bagi saya, terutama tentang hubungan mutualisme antar keduanya. Para “wartawan” itu dengan bangganya mengaku membesarkan para artis, tanpa mereka, artis bukan apa-apa. Benarkah? saya ragu, justru para pekerja infotainment itu akan kehilangan pekerjaan kalau tidak ada artis yang mereka beritakan, sedangkan artis? mereka masih bisa berkarya, para aktor/aktris masih bisa populer karena film/sinetron yang mereka bintangi akan dipromosikan rumah produksi, tanpa campur tangan infotainment, begitu juga para penyanyi atau musisi, akan tetap populer karena karir mereka, ditambah promosi dari pihak label. tidak percaya? tengok saja artis-artis indie, apakah mereka diberitakan infotainment? tidak, tapi mereka masih punya banyak penggemar tuh.
webisode dari www.saraevans.com
Untuk urusan diluar pekerjaannya, para artis bisa saja tetap memberitakannya kepada para fans dengan membuat sendiri liputannya. Di luar negri, para artis sudah terbiasa membuat semacam video blog sebagai ajang “pemberitaan” kehidupan pribadi mereka, kegiatan diluar panggung atau dibalik layarnya. mereka merekam sendiri video tersebut, kemudian mengunggahnya di website ataupun di akun YouTube mereka, sehingga para penggemarnya masih tetap bisa mengetahui kegiatan artis idolanya tanpa campur tangan infotainment.
Contoh video blog atau sering pula disebut webisode yang biasa saya tonton adalah milik Sara Evans, Martina McBride, Lady Antebellum dan Taylor Swift. Maaf yah contohnya artis country semua, maklum saya adalah fan mereka saya selalu menunggu video-video terbaru dari mereka, terkadang kemasannya cukup menarik dan lucu, tidak kalah menarik dari liputan infotainment, bahkan tidak jarang banyak video-video eksklusif yang tidak mungkin didapat para pekerja infotainment, tentu saja karena yang merekam adalah dari pihak artis (dan management) itu sendiri sehingga aksesnya lebih mudah.
Saya sendiri cukup terpuaskan menonton webisode mereka, isinya selalu menyenangkan, selalu good news, tidak ada hal-hal miring seperti yang diberitakan di infotainment, sehingga saya benar-benar merasa terhibur, bukan terpancing untuk mempergunjingkan orang lain. kira-kira di Indonesia sendiri kapan yah para artis berinisiatif membuat video blog rutin seperti itu? jadi siapa bilang artis akan “mati” tanpa infotainment?