Kecewa Sama Karmic Koala

24 Januari 2010

Saat ini saya menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu 9.10 yang bersandi Karmic Koala. sejauh ini fitur-fitur barunya memang cukup menyenangkan, apalagi dari segi tampilan mulai ada perubahan sejak beberapa seri terdahulu yang cenderung begitu-begitu saja. Cukup telat memang kalau baru sekarang saya membahas tentang si Karmic Koala ini, toh sistem operasi ini sudah dirilis sejak bulan Oktober 2009, tapi tak apalah, tak ada larangan bukan?

ilustrasi

Langsung saja ke unek-uneknya, terus terang saya kecewa sama performa Karmic Koala ini, rasanya jauh dibawah versi sebelumnya yaitu Ubuntu 9.04, rasanya untuk menjalankan aplikasi lebih berat dari sebelumnya, padahal setelah menggunakan versi 9.04 sudah banyak perbaikan dan lebih cepat dari seri terdahulu. saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. contoh paling terasa adalah ketika membuka aplikasi peramban (browser), kadang tiba-tiba memori di load sangat tinggi dan kerja prosesor meningkat, sampai-sampai kipas di CPU berdesing kencang. kemudian dari segi desktop effect juga entah kenapa kinerjanya jadi menurut, beberapa efek animasi menjadi tersendat dan tidak mulus, walaupun tidak parah, namun hal ini dirasa mengganggu kenyamanan, sampai-sampai saya harus menonaktifkan beberapa efek, padahal sebelumnya tidak begitu.

Aplikasi Al-Qur’an digital Zekr bahkan sama sekali tidak bisa dibuka, aplikasi berbasis Java ini menolak untuk dijalankan, lagi-lagi sebelumnya tidak seperti itu, padahal bagi saya aplikasi ini cukup penting, ya sambil belajar mengaji lah. Kemudian yang cukup mengecewakan saya adalah aplikasi VirtualBox, sebelumnya lancar-lancar saja, sekarang kok suara dari sistem operasi Guest jadi putus-putus ya? begitupun dengan kinerjanya, rasanya semakin lelet saja. huh… :(

Dari sejak awal saya menginstall di bulan Oktober itu, beberapa kejanggalan memang terasa, tapi saya pikir ah ini wajar, namanya juga baru diluncurkan, tunggu saja pasti kedepannya ada beberapa perbaikan, namun setelah saya tunggu sampai sekarang, tidak ada perbaikan berarti, padahal untuk urusan pemutakhiran (update) saya tidak pernah ketinggalan, maklum saya orangnya termasuk new version horny *halah*, jadi tiap ada pemutakhiran terbaru pasti langsung saya pasang, bahkan untuk kernel pun kalau tidak salah sudah 3x dimutakhirkan, padahal kernel ini adalah harapan terakhir dimana akan adanya perubahan, tapi hasilnya nihil.

Dengar-dengar gosip sih, katanya memang seri x.10 itu selalu tidak stabil, kalau mau yang stabil pakailah seri x.04, begitu mitosnya. ya mungkin inilah resiko pakai sistem operasi yang menganut update berkala dan terbilang cepat, yang penting keluar tepat waktu, urusan “kematangan” kadang dikesampingkan, ya kita tunggu saja edisi berikutnya, mudah-mudahan bisa jauh lebih baik dari sekarang, saya sebagai user biasa tidak bisa berkontribusi banyak, hanya bisa mengeluh :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Kategori: Linux
Tag: , , ,
Komentar: 42 komentar »

365 Shots

23 Januari 2010

Entah dari mana dan siapa yang memulainya, sejak pergantian tahun kemarin banyak orang membuat proyek “365 shot, 1 shot per day”. Proyek ini kurang lebih berupa photo blog yang berisi 1 tangkapan gambar (foto) per hari selama satu tahun penuh. gambarnya bebas, bisa berupa foto artistik, candid, atau bahkan tangkapan layar (screenshot).

Beberapa rekan saya juga membuat proyek blog seperti ini, misalnya bang Robin Malau, Den, Alderina dan mas Sony dan mungkin beberapa lainnya yang lupa saya sebutkan. cukup menarik memang membuat blog foto seperti ini, menangkap potret kehidupan setiap hari yang diposting secara periodik. Untuk platform-nya sendiri tidak ada batasan menggunakan apa, bisa blog biasa yang di host di WordPress.com maupun Blogger.com (dan layanan Blog gratis lainnya), WordPress self hosted, Tumblr, Posterous, Flickr atau bahkan di album foto Facebook pun bisa. yang penting ada komitmen untuk memposting satu foto per hari.

Contoh blog #365 shots (http://imagi.alderinagracia.com)

Saya sendiri sebenarnya ingin juga membuat proyek blog semacam ini, tapi ada beberapa kendala yang membuat saya mengurungkan niat ini. Pertama, kalau mau membuat sekarang sudah terlalu telat, karena lebih afdol kalau dibuat bertepatan dengan awal tahun (1 Januari), namun sebenarnya itu bukan masalah sih, masalah yang paling utama adalah tidak punya kamera. saya tidak punya kamera digital, jadi mau menangkap gambar pakai apa? Saya sempat punya ponsel dengan kamera yang lumayan lah, tapi rusak beberapa bulan lalu karena sebuah kecelakaan (padahal masih baru :( ) dan sampai sekarang belum diperbaiki ataupun membeli yang baru. Alasan berikutnya adalah komitmen, saya belum bisa menjamin bisa membuat 1 jepretan (yang menarik) per hari. nantinya takut terbengkalai, sayang juga.

Bagaimana dengan anda, tertarik membuat proyek serupa? belum ada kata terlambat sih, kalau ingin dimulai dari sekarang juga bisa, yang penting komitmennya dijalankan dengan baik, Insya Allah ini akan menjadi proyek yang menarik, apalagi bagi penyuka seni fotografi, bisa jadi blog portofolio juga, benar kan?!

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Carrie Underwood: Play On

22 Januari 2010

Album baru penyanyi Country wanita Carrie Underwood dirilis bukan November 2009 lalu, cukup lama memang, tapi tidak ada salahnya saya review sekarang di sini. Album ketiga yang diberi judul “Play On” ini cukup menarik buat saya. pertama, tentu saja karena saya menyukai musik country modern, kedua, saya juga adalah penggemar Carrie Underwood, dan ketiga karena menurut saya pribadi album ini lebih bagus dari album sebelumnya.

Carrie Underwood : Play On

Ketika diputar, pada urutan pertama kita disuguhi sebuah lagu yang sedikit beraroma country rock berjudul “Cowboy Casanova”, lagu ini sekaligus menjadi single pertama dalam album ini. seperti biasa, suara tinggi melengking khas Carrie ada pula di lagu ini. Loncat ke lagu nomor lima ada lagu “Undo It”, yang menarik bagi saya, lagu ini mengingatkan pada lagu “Last Name” dari albumnya yang kedua, pada bagian reff ada sedikit mirip-mirip. Carrie juga menjadi co-writer pada 7 lagu yang terdapat dalam album ini.

Lagu “Mama’s Home” dan “Temporary Home” menjadi single berikutnya dari album ini, tapi sampai saat ini saya belum tahu apakah kedua lagu tersebut akan atau sudah dibuat video klipnya atau belum. Lagu “Quitter” memberikan suasana ceria pada bagian intronya dengan dentingan mandolin yang khas.

Berikut adalah video klip dari single pertamanya “Cowboy Casanova”:

Secara umum menurut saya album “Play On” ini lebih ngepop sekaligus lebih Country dari album sebelumnya, maksudnya? maksudnya begini, dari aransemen, lagu-lagu yang terdapat di album ini lebih catchy dan easy listening, tapi di sisi lain unsur instrumen khas musik country seperti mandolin, steel guitar dan banjo juga lebih terasa jika dibanding album sebelumnya “Carnival Ride” (2007). Di album ini juga, menurut saya suara Carrie tidak terlalu cempreng seperti di album terdahulu. terus terang, pada album kedua pada beberapa lagu agak sedikit annoyed dengan suara cemprengnya, namun disini tampaknya suaranya sudah lebih oke (setidaknya menurut selera saya) :D

Tracklist lengkapnya sebagai berikut:

  1. Cowboy Casanova
  2. Quitter
  3. Mama’s Song
  4. Change
  5. Undo It
  6. Someday When I Stop Loving You
  7. Songs Like This
  8. Temporary Home
  9. This Time
  10. Look At Me
  11. Unapologize
  12. What Can I Say (feat Sons of Sylvia)
  13. Play On
  14. O Holy Night (bonus track, khusus iTunes AS dan Kanada)

Tertarik? silakan cari albumnya di toko musik sekitar anda, atau bisa juga dibeli di toko musik online sperti iTunes Store maupun Amazon.com :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Webisode, Berbagi Moment Tanpa Infotainment

22 Januari 2010

Kasus Luna Maya versus Infotainment memang sekarang sudah mulai mereda, tapi dari kasus tersebut masih ada hal yang mengganjal bagi saya, terutama tentang hubungan mutualisme antar keduanya. Para “wartawan” itu dengan bangganya mengaku membesarkan para artis, tanpa mereka, artis bukan apa-apa. Benarkah? saya ragu, justru para pekerja infotainment itu akan kehilangan pekerjaan kalau tidak ada artis yang mereka beritakan, sedangkan artis? mereka masih bisa berkarya, para aktor/aktris masih bisa populer karena film/sinetron yang mereka bintangi akan dipromosikan rumah produksi, tanpa campur tangan infotainment, begitu juga para penyanyi atau musisi, akan tetap populer karena karir mereka, ditambah promosi dari pihak label. tidak percaya? tengok saja artis-artis indie, apakah mereka diberitakan infotainment? tidak, tapi mereka masih punya banyak penggemar tuh.

webisode dari www.saraevans.com

Untuk urusan diluar pekerjaannya, para artis bisa saja tetap memberitakannya kepada para fans dengan membuat sendiri liputannya.  Di luar negri, para artis sudah terbiasa membuat semacam video blog sebagai ajang “pemberitaan” kehidupan pribadi mereka, kegiatan diluar panggung atau dibalik layarnya. mereka merekam sendiri video tersebut, kemudian mengunggahnya di website ataupun di akun YouTube mereka, sehingga para penggemarnya masih tetap bisa mengetahui kegiatan artis idolanya tanpa campur tangan infotainment.

Contoh video blog atau sering pula disebut webisode yang biasa saya tonton adalah milik Sara Evans, Martina McBride, Lady Antebellum dan Taylor Swift. Maaf yah contohnya artis country semua, maklum saya adalah fan mereka :) saya selalu menunggu video-video terbaru dari mereka, terkadang kemasannya cukup menarik dan lucu, tidak kalah menarik dari liputan infotainment, bahkan tidak jarang banyak video-video eksklusif yang tidak mungkin didapat para pekerja infotainment, tentu saja karena yang merekam adalah dari pihak artis (dan management) itu sendiri sehingga aksesnya lebih mudah.

Saya sendiri cukup terpuaskan menonton webisode mereka, isinya selalu menyenangkan, selalu good news, tidak ada hal-hal miring seperti yang diberitakan di infotainment, sehingga saya benar-benar merasa terhibur, bukan terpancing untuk mempergunjingkan orang lain. kira-kira di Indonesia sendiri kapan yah para artis berinisiatif membuat video blog rutin seperti itu? jadi siapa bilang artis akan “mati” tanpa infotainment? :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Sulitkah Menggunakan Google?

21 Januari 2010

Kadang saya heran, hari gini, informasi sangat mudah didapat dari internet tapi masih saja ada orang kebingungan mendapatkan informasi di internet. hmm… oke lah jika orang tersebut memang sama sekali tidak bisa menggunakan (mengakses) internet, kita bisa maklumi itu, lantas bagaimana jika orang tersebut bertanaya melalui milis maupun instant messenger? saya asumsikan orang tersebut sudah melek internet, tapi kenapa menanyakan hal kecil saja harus dilempar ke forum milis atau menggunakan japri ke instant messenger? sesulit apa sih menggunakan mesin pencari?

Googling!

Mungkin sampai sini saya tampak arogan, ya bolehlah anda bilang saya demikian, setiap orang boleh berpendapat, tapi saya juga boleh kesal donk? menanyakan alamat website sebuah merek ternama saja harus ke milis? padahal jika kita cari di Google, masukan merek tersebut sebagai kata kunci, tidak sampai 5 detik pasti ketemu, atau mungkin ada kesulitan bagaimana cara menggunakan Google? Baiklah, jika masih ada yang belum mengerti cara menggunakan Google, saya akan bantu sedikit caranya. misalkan kita akan mencari tahu tentang website Canon, bagaimana caranya? silakan klik DISINI. mudah kan? :)

Ada lagi yang bikin saya kesal sama orang-orang seperti itu, sudah nanyanya nggak pake permisi, basa-basi maupun salam, nanya gak penting, terus ketika saya tanya “sudah cari di google?“, dengan entengnya dijawab “males ah, mending tanya aja!“. hmm… oke, saya pun malas menjawab orang pemalas yang tidak mau melakukan hal yang mudah, bahkan lebih mudah daripada menyalakan aplikasi instant messenger dan nge-BUZZ orang sembarangan. iya kan?

catatan:

maaf nih lagi uring-uringan, kalau tidak berkenan, silakan abaikan…

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes