27 Februari 2010
Salahsatu fitur menarik di Facebook adalah photo tagging, dengan fitur ini kita dapat menandai sebuah foto dengan tulisan ataupun nama (profil) seseorang pada bagian-bagian tertentu. Mengasyikan memang fitur tagging ini, sayangnya sekarang banyak yang menyalahgunakan fitur ini. Orang-orang dengan seenaknya men-tag orang lain pada sebuah foto, padahal dalam foto atau gambar tersebut tidak terdapat potret orang yang dimaksud. Biasanya orang melakukan tagging seperti ini untuk menarik perhatian agar melihat foto yang dia unggah dan berharap akan dikomentari.

Ilustrasi
Terus terang saya sendiri suka kesal pada para abuser ini, terkadang tidak tanggung-tanggung puluhan orang ditag pada sebuah foto yang menurut saya “tidak penting” dan tidak jarang malah menjengkelkan. Awalnya foto lucu-lucuan, lama-lama foto sampah, porno dan sama sekali tidak lucu. ya mungkin orang ini butuh perhatian sehingga mengunggah sebuah foto dan men-tag banyak orang di fotonya.
Saya biasanya langsung menghapus tag nama saya dari foto tersebut apabila memang dalam foto itu tidak terdapat gambar diri saya. Tagging abuse seperti itu cukup mengganggu buat saya, profil kita nantinya akan dipenuhi oleh foto-foto yang sama sekali tidak berkaitan dengan diri kita, notifikasi tiada henti dari orang-orang tidak dikenal yang mengomentari foto tersebut, padahal (sekali lagi) gambar kita tidak ada di foto itu dan sama sekali tidak relevan dengan diri kita, menjengkelkan bukan?
Kadang agak canggung juga untuk menghapus tag nama kita dalam sebuah foto, apalagi orang yang men-tag kita adalah orang yang cukup kita kenal, tapi mau tidak mau, saya harus sedikit tegas. Sang pemilik gambar boleh tersinggung karena saya remove nama saya dari fotonya, tapi saya juga punya hak melakukan itu karena saya sama sekali tidak ada disitu dan (sekali lagi) hal itu sangat menganggu.
Apabila ada teman-teman yang merasa pernah melakukan hal diatas dan membaca tulisan ini, saya mohon maaf, saya tidak ada sentimen pribadi terhadap anda sekalian, saya cuma tidak senang dengan photo tagging abuse seperti itu, selebihnya tidak ada masalah. mudah-mudahan bisa dimengerti.
Tulisan lain yang mungkin berkaitan:
6 Februari 2010
Musibah memang bisa datang kapan saja dan tidak terduga dan bisa menimpa siapa saja, termasuk saya. hari senin lalu saya mengalami musibah yg lumayan membuat stress juga, tersambar petir! tapi tenang saja, bukan saya kok yang tersambar petirnya tapi instalasi listrik disini yang terkena shock tegangan tinggi dari petir yang menyebabkan komputer saya rusak.
Kerusakan tepatnya menimpa UPS yang hangus, monitor LCD yang mati total dan sebuah switch LAN yang juga tewas. sedih memang, dikala lagi butuh2nya komputer dan internet malah mendapat musibah seperti ini, mana kondisi keuangan lagi sangat sangat seret dan mepet. ketika pulang dari kampus dan mendapati bau gosong di kamar saya sudah merasa tidak enak, pasti ada yang “kena” nih, dan benar saja, komputer saya tidak mau menyala. saya sampai bengong beberapa saat waktu itu, shock!
Untunglah, mulai hari ini saya sudah bisa kembali beraktifitas dengan komputer dan internet. berkat bantuan teman2, saya diberi keringanan untuk membeli sebuah monitor baru (yang kebetulan lebih oke dari sebelumnya) dan switch LAN sudah diganti pihak penyedia layanan internet. mudah-mudahan tidak terjadi lagi musibah serupa menimpa saya atau siapapun, bener-bener bikin stress.
duh nih ngeblog aja ngomongnya ngelantur, ya pokoknya begitu lah…
Tulisan lain yang mungkin berkaitan:
18 Januari 2010
Duapuluh empat, bukan angka yang kecil. duapuluh empat harus lebih baik dari sebelumnya, duapuluh empat harus tercapai semua cita-cita, duapuluh empat kehidupan sebenarnya dimulai.
Yah… sekarang saya genap, duapuluh empat.
Tulisan lain yang mungkin berkaitan:
9 Januari 2010
Piknik mendadak atau mendadak piknih? ah sama aja… intinya hari ini saya tanpa rencana apapun tiba-tiba diajak piknik oleh keluarga kakak saya ke pantai Pangandaran. baru bangun tidur, agak siang karena semalem abis begadang (dan sepertinya malam ini juga) tiba-tiba ditelpon kakak suruh siap-siap buat berangkat ke pantai. asiik… lumayan nih, mumpung lagi pulang ke rumah, kapan lagi bisa jalan-jalan? orang tua saya memang bukan orang yang suka tamasya, makanya saya lebih sering pergi rekreasi bersama keluarga kakak.
Singkat cerita tadi siang kami sampai di pantai Pangandaran, acara pertama adalah bakar-bakar ikan dan udang, di keluarga kami memang sudah terkenal kalau bumbu ikan bakar ala kakak saya ini memang paling yahud, dan ini adalah salah satu alasan saya untuk ikut ke sana karena tau pasti akan ada acara bakar-bakar ikan :p

Persiapan bakar ikan
Setelah selesai bakar-bakar, agenda selanjutnya adalah berenang di pantai. tadi kami sampai di pantai bisa dibilang cukup telat, hampir menjelang batas akhir waktu berenang, jadi kami tidak lama disana, tidak lebih dari 2 jam saja. tapi acara renang singkat itu cukup menyenangkan, apalagi ponakan saya yang masih balita baru pertama kali diajak ke pantai dan dia tampak excited sekali, asik juga sambil ngasuh ponakan renang di pantai, ya ketawa-ketawa bareng lah…

Saya dan kakak
Karena acaranya cukup mendadak, kami pun tidak berencana untuk menginap disana, jadi sore-sore juga setelah semuanya selesai kami bergegas pulang dan sampai kembali dirumah sekitar pukul 8 malam. o iya, jarak dari rumah saya ke Pangandaran tidak jauh, bisa ditempuh dengan mobil sekitar 1.5 jam saja. ya kesimpulannya hari ini cukup menyenangkan main2 bersama keluarga, walau ujung2nya cape juga, but it was fun!
Tulisan lain yang mungkin berkaitan:
22 November 2009
Saat ini saya sering merasa terganggu dengan pengeras suara masjid dekat kostan, bukan berarti saya anti masjid, saya juga seorang muslim, namun yang saya sayangkan adalah penggunaan pengeras suara tersebut secara kurang bijak oleh pengelola masjid. entah insiatif siapa, setiap hari minggu masjid tersebut selalu memutar kaset2 musik (yang katanya islami, tapi menurut saya tidak beda dengan musik dangdut koplo) seharian, dimulai dari pagi jam 9an sampai menjelang dzuhur. entah apa maksudnya, masih mending kalau yang diputar itu pengajian atau doa-doa, bukan musik yang katanya qasidah tapi sangat tidak menyejukan hati, tidak beda jauh dengan di warung remang2.
Setahu saya dalam penggunaan pengeras suara mesjid itu ada aturannya, baik peraturan daerah maupun fatwa dari MUI, terus terang saya tidak tahu pasti aturan nomor berapa dan pasal berapa, yang jelas saya pernah dengar kalau dalam aturan tersebut mengatakan penggunaan pengeras suara masjid hanya digunakan untuk Adzan dan pengumuman, selebihnya digunakan pengeras suara dalam (kalau ada), dengan demikian lingkungan jadi lebih tentram dan tidak menimbulkan konflik. kalau menggunakan pengeras suara seenaknya dikhawatirkan malah menimbulkan konflik di masyarakat, terutama bagi yang beragama non muslim sehingga toleransi antar umat beragama menjadi semakin renggang. dalam Al-Qur’an sendiri telah dikatakan bahwa berdoa tidak boleh keras2:
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang meampaui batas” - Surat Al A’raf ayat 55
Yang lebih disayangkan adalah yang dikumandangkan di pengeras suara itu bukanlah doa, hanya musik2 yang terkadang terdengar seperti qasidah, selebihnya seperti musik dangdut, entah apa isinya karena tidak menggunakan bahasa Indonesia ataupun Sunda (entah Cirebonan atau Indramayu, saya tidak mengerti). mau protes pun saya ngga tau harus bicara sama siapa, dan kalaupun saya lakukan sudah tau lah akibatnya, pasti dicap nggak islami lah, dst. saya hanya bisa mengeluh disini, semoga pengelola mesjid tersebut bisa lebih bijak dalam penggunaan pengeras suara, toh Adzan tidak dilarang, karena memang itulah fungsinya, Adzan itu untuk memanggil umat untuk melaksanakan ibadah sholat, jadi memang harus melalui pengeras suara, tetapi tidak untuk yang lain.
Tulisan lain yang mungkin berkaitan: