The McClymonts

27 Februari 2010

Tadi waktu iseng-iseng saya lihat account Twitter dari CMT saya menemukan sebuah band Country yang cukup menarik, band tersebut bernama The McClymonts. The McClymonts (cukup susah ditulis dan diucapkan :P ) adalah band trio asal Australia yang terdiri dari tiga bersaudara yang kesemuanya adalah perempuan, mereka adalah Brooke McClymont, Samantha McClymont dan Mollie McClymont.

The McClymonts telah memiliki tiga album hingga saat ini, sebuah album EP yaitu “The McClymonts” (2006) dan dua buah full album yaitu “Chaos and Bright Lights” (2007) dan “Wrapped Up Good” (2010) yang baru saja dirilis. Album EP mereka direkam di Australia, baru pada tahun 2007 mereka pergi ke “ibukota” musik Country, dimana lagi kalau bukan Nashville, Tennessee, AS. Hampir bisa dipastikan setiap artis country sukses lahir dari kota ini, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para artis baru, terutama yang tidak berasal dari Nashville, kota ini seolah punya magnet tersendiri sehingga tidak sedikit artis-artis baru yang mengadu nasib di kota Country ini, termasuk The McClymonts yang jauh-jauh datang dari Australia. Di Nashville mereka bekerja sama dengan beberapa musisi dan penulis handal yang juga menangani artis-artis country populer seperti LeAnn Rimes, Taylor Swift dan rekan senegara mereka, Keith Urban. Pada tahun 2007 lahirlah sebuah full album mereka yaitu “Chaos and Bright Lights” yang made in Nashville. walaupun demikian, album ini lebih dulu dirilis di Australia yaitu tahun 2007, dan baru pada musim semi 2010 ini akan dirilis di Amerika.

Sampul album "Wrapped Up Good"

Sampul album "Wrapped Up Good"

Album ketiga yaitu “Wrapped Up Good” dirilis pada tanggal 15 Januari 2010 di Australia, belum ada kabar kapan akan dirilis di Amerika maupun negara lainnya. Dikarenakan kesulitan mendapatkan materi asli, akhirnya dengan sedikit usaha saya bisa mendapatkan MP3 album terbaru mereka ini. Dari segi musik, nuansa countrynya cukup kental, malah lebih kuat dibanding artis-artis country Amerika saat ini yang cenderung ngepop, walaupun tidak semua terdengar sangat countrish, pada beberapa lagu nuansa pop terdengar cukup kuat, tapi tidak masalah karena memang inilah ciri musik country kontemporer saat ini. Single pertama mereka “Kick It Up” cukup asyik, single yang dirilis mendahului albumnya yaitu tahun 2009 ini terdengar enerjik, tapi menurut saya kalau didengar-dengar suara violin pada bagian verse-nya agak mirip-mirip dengan lagu “Truth No. 2″ milik Dixie Chicks, tapi memang hanya ada sedikit kemiripan saja bukan berarti menjiplak, mungkin karena saya terlalu familiar dengan lagu Dixie Chicks itu :)

Secara umum album terbaru mereka ini cukup bagus, betah untuk didengar dan tidak membosankan, kalau tersedia albumnya cukup layak untuk dibeli (walau hampir dipastikan cukup sulit, kecuali beli langsung di Australia). Bagi penggemar country klasik seleranya akan cukup terpuaskan, bagi penggembar country kontemporer juga tidak akan terdengar “old school”, buat yang penasaran, berikut saya tampilkan video klip dari single mereka “Kick it Up”, selamat menikmati :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Sulitkah Mencerna Musik Country?

21 Februari 2010

Tadi siang, seorang teman saya datang ke kostan saya, kebetulan saya sedang mandi dan meninggalkan komputer dalam keadaan menyala sambil memutar musik dengan suara cukup kencang, mendengar musik yang diputar, sang teman pun berkomentar di twitternya:

Kalo ke kosan @hielmy musiknya pasti country2 an gini. Teu ngarti mi. (gak ngerti mi)

Saya cuma bisa senyum-senyum saja bacanya, tapi terus terang dalam hati saya bertanya “emang susah yah mencerna musik country?”, pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan, soalnya bukan cuma dia, hampir tiap orang yang mendengar musik yang saya putar pasti merasa “ngga ngerti” dengan apa yang mereka dengar, padahal saya sendiri boleh dibilang sangat awam sama urusan musik tapi cukup merasa nyaman dan mudah mencerna musik country, emang susah ya?

musik country

Ilustrasi

Bukan mau sok-sokan berselera musik beda atau kebarat-baratan, tapi untuk saat ini saya sedang merasa sangat nyaman dengan mendengarkan musik country, jangan membayangkan terlalu jauh seperti musik-musik koboi, malah kebanyakan musik yang saya dengar itu cenderung ngepop, malah beberapa kadang sampai tidak ngeh kalau itu termasuk musik country, saking ngepopnya. Herannya masih banyak yang berkomentar kalau mereka sulit untuk mendengarkan musik-musik itu, singkatnya nggak nemu sebelah mana enaknya, hehe…

Yah memang urusan selera susah dipaksakan, saya juga suka musik ini tanpa paksaan siapapun dan tanpa motivasi apapun (misal untuk gaya-gayaan, sok beda, dll), malah saya ingin menyebar luaskan musik ini agar dianggap “biasa” oleh orang-orang, selama ini saya kurang nyaman juga dipandang seperti orang aneh karena musik yang saya dengar, hehe…

Tapi kalau situasinya dibalik, saya pun kadang susah sih menemukan dimana “enaknya” suatu musik, taro lah temen saya begitu suka musik cadas (metal, entah metal apa) pokoknya isinya berupa srceam-scream begitu lah, terus terang saya susah untuk suka musik seperti itu, ya mungkin orang lain juga berpandangan seperti itu terhadap musik yang saya dengar, bedanya musik-musik cadas itu biarpun terdengar aneh buat saya tapi keberadaanya lebih dikenal oleh masyarakat banyak, jadi para penggemarnya pun tidak diangap aneh.

Oh ya, tapi jangan bertanya tentang musik country ke saya, saya tidak tahu banyak, apalagi ditanya urusan sejarah, nama-nama legendaris ataupun (sub)genre, saya hanya mendengarkan dan menikmati. itu saja. :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

“Need You Now” is out now!

26 Januari 2010

Album terbaru dari grup trio Lady Antebellum yang berjudul “Need You Now” resmi dirilis hari ini (26 Januari 2010), sebuah kabar gembira bagi para penggemar band country ini. Sebelumnya Lady Antebellum telah melepas single pertama dari album ini yang berjudul sama yaitu “Need You Now”, single tersebut sangat sukses di pasaran, bahkan mendapat penghargaan platinum karena telah sukses terjual lebih dari satu juta copy dan menjadi nomor satu selama lima minggu berturut-turut. Lagu “Need You Now” sendiri telah dibuat videoklipnya beberapa waktu lalu. berikut adalah video klipnya:

Single kedua dari album ini yaitu “American Honey” baru saja akan dibuat video klipnya, pengambilan gambarnya sendiri baru selesai dibuat kemarin (25 Januari 2010), kemungkinan tidak akan lama lagi video klip tersebut bisa kita saksikan di televisi maupun internet.

Sampul album "Need You Now"

Lady Antebellum (atau biasa juga disebut Lady A) adalah sebuah grup band yang terdiri dari tiga musisi muda berbakat, yaitu Dave Haywood, Charles Kelley dan satu orang perempuan, Hilary Scott. Band ini dibentuk tahun 2006 oleh ketiga orang tersebut. sebagai informasi saja, Charles Kelley adalah saudara dari artis pop Josh Kelley dan Hilary Scott adalah putri dari penyanyi country legendaris Linda Davis.

Format dari Lady A ini sendiri adalah vocal group+band, artinya semua anggota dari band ini adalah vokalis, namun tidak hanya bernyanyi, kedua anggota pria dari band ini juga bermain musik (instrumen). “Need You Now” adalah album kedua mereka, album pertama yang berjudul sama dengan nama band mereka, “Lady Antebellum” dirilis tahun 2008 silam. album tersebut membuat nama mereka melesat seperti roket, sampai akhirnya album kedua mereka pun menjadi salah satu most waited album di kancah musih country, sungguh prestasi yang luar biasa, hanya dalam waktu singkat nama mereka begitu cepat populer.

Sayangnya, sepertinya album-album mereka belum masuk ke pasar musik Indonesia. beberapa waktu lalu saya sempat mencari CD pertama mereka  di beberapa toko musik di Bandung, tapi tidak menemukannya, kemungkinan untuk album kedua pun demikian, ya mungkin karena nama mereka kurang dikenal disini, tidak seperti di negara asalnya Amerika.

But anyway, it’s still a good news!! *at least for me, hehe…*

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Carrie Underwood: Play On

22 Januari 2010

Album baru penyanyi Country wanita Carrie Underwood dirilis bukan November 2009 lalu, cukup lama memang, tapi tidak ada salahnya saya review sekarang di sini. Album ketiga yang diberi judul “Play On” ini cukup menarik buat saya. pertama, tentu saja karena saya menyukai musik country modern, kedua, saya juga adalah penggemar Carrie Underwood, dan ketiga karena menurut saya pribadi album ini lebih bagus dari album sebelumnya.

Carrie Underwood : Play On

Ketika diputar, pada urutan pertama kita disuguhi sebuah lagu yang sedikit beraroma country rock berjudul “Cowboy Casanova”, lagu ini sekaligus menjadi single pertama dalam album ini. seperti biasa, suara tinggi melengking khas Carrie ada pula di lagu ini. Loncat ke lagu nomor lima ada lagu “Undo It”, yang menarik bagi saya, lagu ini mengingatkan pada lagu “Last Name” dari albumnya yang kedua, pada bagian reff ada sedikit mirip-mirip. Carrie juga menjadi co-writer pada 7 lagu yang terdapat dalam album ini.

Lagu “Mama’s Home” dan “Temporary Home” menjadi single berikutnya dari album ini, tapi sampai saat ini saya belum tahu apakah kedua lagu tersebut akan atau sudah dibuat video klipnya atau belum. Lagu “Quitter” memberikan suasana ceria pada bagian intronya dengan dentingan mandolin yang khas.

Berikut adalah video klip dari single pertamanya “Cowboy Casanova”:

Secara umum menurut saya album “Play On” ini lebih ngepop sekaligus lebih Country dari album sebelumnya, maksudnya? maksudnya begini, dari aransemen, lagu-lagu yang terdapat di album ini lebih catchy dan easy listening, tapi di sisi lain unsur instrumen khas musik country seperti mandolin, steel guitar dan banjo juga lebih terasa jika dibanding album sebelumnya “Carnival Ride” (2007). Di album ini juga, menurut saya suara Carrie tidak terlalu cempreng seperti di album terdahulu. terus terang, pada album kedua pada beberapa lagu agak sedikit annoyed dengan suara cemprengnya, namun disini tampaknya suaranya sudah lebih oke (setidaknya menurut selera saya) :D

Tracklist lengkapnya sebagai berikut:

  1. Cowboy Casanova
  2. Quitter
  3. Mama’s Song
  4. Change
  5. Undo It
  6. Someday When I Stop Loving You
  7. Songs Like This
  8. Temporary Home
  9. This Time
  10. Look At Me
  11. Unapologize
  12. What Can I Say (feat Sons of Sylvia)
  13. Play On
  14. O Holy Night (bonus track, khusus iTunes AS dan Kanada)

Tertarik? silakan cari albumnya di toko musik sekitar anda, atau bisa juga dibeli di toko musik online sperti iTunes Store maupun Amazon.com :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Mencari Pemuas Kuping Yang Bagus

20 Januari 2010

Saya suka mendengarkan musik, hidup ini rasanya sepi tanpa musik, ditambah saya yang lebih banyak hidup sendirian dan jarang keluar rumah/kostan membuat saya sering berbetah-betah di kamar sambil mendengarkan alunan lagu. Saya bukan musisi, bukan pula orang yang mengerti musik secara teoritis karena saya tidak pernah belajar musik secara formal. saya hanya pendengar biasa, yang mendapat suatu kepuasan ketika mendengarkan musik, tanpa mengetahui secara mendetail mengenai harmoni, notasi, kunci dan sebagainya.

Untuk mendengarkan musik tersebut memang dibutuhkan sebuah alat bernama speaker atau pengeras suara. nah yang menjadi masalah, beberapa waktu belakangan saya tidak pernah puas dengan pengeras suara yang ada, baik berupa pengeras suara meja (desktop), headphone maupun earphone. Waktu pertama membeli komputer built up Acer, pengeras suara bawaanya sangat jelek, tidak jauh beda dengan pengeras suara generik berharga dibawah 50 ribu rupiah. untunglah kakak saya berbaik hati memerikan saya sebuah pengeras suara yang lebih besar dan bertenaga bermerek Philips lengkap dengan subwoofer. awalnya saya sangat senang karena melihat merek yang cukup ternama mungkin akan memberikan suara yang lebih baik, faktanya ternyata untuk ukuran merek setenar itu dan ukuran pengeras suara yang cukup besar, suara yang dihasilkan bisa dibilang mengecewakan. bukan tidak kencang, tapi tidak jernih dan bersih seperti yang diharapkan, padahal kalau melihat harganya cukup mahal menurut saya, benar-benar kecewa deh…

Pengeras Suara Philips

Untuk mengobati kekecewaan tersebut, saya sempatkan mengumpulkan uang untuk membeli earphone, dari dulu saya memang sudah berniat ingin membeli earphone untuk pemakaian sendiri, maklum di tempat kost kadang tidak enak kalau ingin mendengar musik kencang-kencang tapi takut menganggu tetangga sebelah, earphone menjadi solusi yang oke bagi saya. akhirnya ada juga kesempatan membeli earphone di sebuah toko musik, sekalian membeli CD kalau tidak salah ingat. harga earphonenya sendiri menurut saya cukup mahal, hampir 2x lipat harga CD musik luar. kebetulan waktu itu earphone yang saya beli bermerek sama dengan pengeras suara meja milik saya, yaitu Philips. heran, seperti tidak ada kapoknya saya membeli merk ini, tapi bukan tanpa alasan, produk yang tersedia di toko tersebut memang cuma merek itu, hampir setiap cabang toko tersebut yang saya datangi juga hanya menyediakan merek tersebut.

Ketika saya coba, saya harus menelan kekecewaan lagi, suara dari earphone ‘mahal’ tadi tidak lebih baik dari earphone puluhan ribu yang biasa dijual bersamaan dengan pemutar musik digital buatan Cina. ah… kecewa lagi, entah kenapa merek tersebut kok mengecewakan yah untuk urusan pengeras suara? untung saja saya tidak membeli headphone yang harganya diatas setengah juta, mungkin suaranya juga tidak lebih baik dari ini.

Karena kecewa akhirnya saya jual earphone tersebut ke seorang teman, kebetulan dia sedang butuh earphone. syukurlah teman saya itu menyukainya dan berani membelinya, walaupun harus saya lepas dengan setengah harga. untuk mengobati kekecewaan tadi dan karena saya masih butuh pengeras suara “pribadi” akhirnya uang hasil menjual earphone tadi saya belikan headphone “murah” dengan merek tidak jelas (tidak populer), harganya tidak mahal, masih dibawah 100 ribu rupiah,  yang mengejutkan, suara yang dihasilkan dari headphone murah tadi sedikit lebih baik dari earphone ‘bermerek’ yang sebelumnya saya jual, kekecewaan saya sedikit terobati, dengan harga relatif murah bisa dapat produk yang lumayan bisa memuaskan saya, kenapa tidak dari dulu saja ya?

Shure SE530

Sebenarnya ada satu model pengeras suara yang menjadi target saya, tepatnya sebuah earphone bermerek Shure. seperti yang kita ketahui, Shure adalah merek untuk produk-produk audio profesional, seperti mikrofon maupun pengeras suara kelas studio. namun yang menjadi dambaan saya ini bukan produk profesional, menurut webnya produk ini masuk ke dalam kategori “personal audio“. namun, dasar merek “pro”, ternyata harganya pun tidak murah, sebuah earphone Shure SE530 Sound Isolating Earphones dihargai hampir 500 dollar Amerika, wah… mungkin kalau dirupiahkan bisa mencapai 5 jutaan. setelah tahu harganya akhirnya saya sadar kalau produk tersebut hanya impian belaka, sudah dipastikan saya tidak akan mampu membelinya :(

Saya sebenarnya bukan seorang audiophile yang menuntut kesempurnaan audio, saya hanya ingin suara yang bersih dan jernih saja, walaupun tidak sampai sekelas audio studio maupun audiophile yang penting suara yang dihasilkan cukup bagus. kira-kira ada saran ngga untuk merek pengeras suara yang bagus tapi terjangkau? jangan bilang Simbadda, saya sampai saat ini belum pernah puas dengan pengeras suara Simbadda, mungkin yang agak memenuhi kriteria saya baru Creative dan Altec Lansing, tapi kembali ke harga, kedua merek tersebut memang cukup mahal. ah serba salah, selera (sok) tinggi tapi budget pas-pasan… hehe…

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes