Web-Based File Manager

10 Januari 2010

Untuk mengelola berkas pada suatu media kita memang membutuhkan aplikasi yang bernama File manager. kalau di komputer sendiri (lokal) aplikasi tersebut sudah tersedia dalam sistem operasi seperti Explorer (Windows), Dolphin atau Nautilus (Linux/xBSD) maupun Finder (Mac). nah bagaimana kalau berkas yang ingin kita kelola berada di server nun jauh disana? sebenarnya gampang-gampang saja sih, kita bisa menggunakan FTP client untuk mengelolanya, misal untuk mengunggah, unduh, salin maupun memindahkan berkas dari satu direktori ke direktori lain, namun sayangnya, menggunakan aplikasi ini tidak begitu praktis apalagi jika kita biasa berpindah-pindah tempat dalam mengakses internet seperti dari warnet atau kampus, menggunakan aplikasi FTP yang bisa dibawa-bawa dalam flashdisk juga sebenarnya tidak begitu praktis, karena aplikasi tersebut hanya bisa berjalan di satu sistem operasi, dan bagaimana jika kita lupa membawa flashdisk?

Tampilan eXtplorer (klik untuk memperbesar)

Nah solusinya adalah dengan aplikasi file manager berbasis web, saat ini saya menggunakan eXtplorer sebagai file manager untuk web saya. penggunaannya sangat gampang, ketika telah terinstall kita tinggal login via web dan tada… munculah tampilan file manager yang cukup lengkap dan mudah digunakan, layaknya file manager di desktop. proses instalasinya sendiri cukup mudah, hanya tinggal extract di server kemudian jalankan saja, tidak memutuhkan koneksi ke database maupun aplikasi lain di server, cukup dengan PHP saja karena aplikasi ini berbasis PHP dan AJAX.

Fungsinya sangat terasa jika anda sering berpindah2 tempat yang berbeda dengan sistem operasi yang bebeda pula, karena berbasis web, dia bisa dibuka dimana saja dan dengan sistem operasi apa saja. Pekerjaan mengelola berkas di server menjadi lebih mudah dengan adanya eXplorer ini.

eXtplorer bisa berdiri sendiri sebagai satu aplikasi independen tapi bisa juga dijadikan sebagai modul di Joomla atau Mambo sehinga menjadi bagian dari file manager CMS tersebut. eXtplorer adalah aplikasi open source, anda bisa menggunakannya dengan bebas tanpa dipungun biaya, begitupun jika anda ingin memodifikasinya sesuai kebutuhan pun tidak dilarang karena anda dibebaskan untuk itu, mau coba? silakan mampir ke situsnya disini.

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Google Chrome Terdeteksi Sebagai Safari

25 November 2009

Setelah beberapa hari lalu saya menginstall plugin browser sniff untuk Wordpress, saya baru ngeh kalu ternyata browser yang saya gunakan di sistem operasi Linux yaitu Google Chrome terdeteksi sebagai Safari oleh wordpress, lebih lucu lagi OSnya pun terdeteksi sebagai Mac OS X, hehe… hal ini terjadi mungkin karena plugin tersebut belum “mengenal” Chrome, tapi karena layout engine nya sama dengan Safari yaitu WebKit, jadi Google Chrome ini terdeteksi sebagai Safari, tapi untuk urusan salah deteksi sistem operasi saya juga kurang mengerti kenapa.

Sebenarnya identitas asli dari browser yang dipakai bisa diketahui, jika kita membuka blog ini dengan browser berbasis WebKit (tidak berlaku untuk Firefox dan Opera), maka akan ada tanda bintang disamping keterangan browser dan OS pada kolom komentar (lihat gambar dibawah), apabila kita hover kursor disana, maka akan muncul tooltip yang menunjukan “jati diri” asli si browser plus sistem operasi yang digunakan. terkadang memang saya juga online dari laptop dan memang benar2 menggunakan sistem operasi Mac, sepintas hasil deteksi dari browser sniff sama saja seperti ketika saya menggunakan Chrome di Linux, tapi apabila di hover ke tanda bintang tersebut, baru deh keliatan aslinya.  berikut tangkapan layar ketika saya menggunakan Linux:

Google Chrome terdeteksi sebagai Safari di Mac OS X

Google Chrome terdeteksi sebagai Safari di Mac OS X

berikut tampilan ketika menggunakan Mac OS:

Dari tooltip inilah bisa diketahui jati diri asli browser

Dari tooltip inilah bisa diketahui "jati diri" asli browser

Oh iya, untuk Windows 7 pun rasanya belum bisa terdeteksi dengan baik, plugin ini hanya menampilkan “windows NT” sebagai sistem operasinya. Saya juga belum pernah mencoba menggunakan Konqueror untuk mengakses blog ini, apakah akan terdeteksi juga sebagai Safari? secara Konqueror ini dedengkotnya WebKit :) . Sebenarnya “bug” ini bukan masalah berarti sih, malah bisa jadi ajang gaya2an, coba deh kalau anda mengunjungi blog dengan plugin browser sniff/detector, pakailah Google Chrome untuk browsing supaya nantinya terdeteksi sebagai Safari dan menggunakan Mac OS X, kan keren tuh, iya ngga? :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Membuat Text Effect Dengan CSS

21 November 2009

Mumpung lagi semangat bikin tutorial nih, sekalian saja sekarang saya lanjutkan tutorial singkat CSS-nya. kali ini kita akan belajar membuat text effect sederhana dengan CSS. text effect yang akan kita coba adalah text shadow, dengan menambahkan properti text-shadow pada selector, maka text yang terpilih akan ditambahkan efek berupa bayang2 di bagian belakangnya.

Simple Shadow Effect

Untuk tutorial pertama kita akan membuat efek bayangan sederhana, anggap saja text yang ingin kita beri bayangan adalah text “Hielmy Zaenun Nafsi” dengan format h1, bayangan yang diinginkan berupa bayangan sebesar 2 pixel ke kanan bawah berwarna abu-abu. caranya cukup menambahkan kode CSS sebagai berikut:

1
2
3
h1 {
text-shadow: 2px 2px grey;
}

Angka 2px pertama merupakan pergeseran bayangan sebanyak 2 pixel ke kanan, jika ingin bergeser ke kiri anda tinggal memasukan angka negatif, misal -2px. sedangkan 2px kedua menunjukan pergeseran 2 pixel kebawah, jika ingin merubah arahnya tinggal tambahkan angka negatif juga. grey sendiri adalah keterangan warna bayangan, warna bayangan bisa ditulis dengan nama warna seperti grey, blue, red, dll. atau dengan kode hex misal #a3a3a3. Intinya format penulisannya seperti ini {text-shadow: (koordinat-X) (koordinat-Y) (radius blur) (warna)}. Ketika dirender di browser maka hasilnya akan seperti berikut:

Hielmy Zaenun Nafsi

Neon Light Effect

Dengan sedikit variasi, shadow effect bisa dikreasikan menjadi efek lain, misal efek lampu neon pada text. contohnya seperti berikut:

Hielmy Zaenun Nafsi

Untuk membuat efek seperti itu, cukup membuat kode CSS sebagai berikut:

1
2
3
h1 {
text-shadow: 0px 0px 7px #FF0000;
}

untuk membuat efek lampu neon, bayangan harus berada sejajar dengan text utama, oleh karena itu kedua angka pertama biarkan dalam posisi 0px, kemudian untuk angka ketiga yaitu 7px merupakan angka tingkat kekaburan bayangan (blur radius). kode #FF0000 adalah kode hex untuk warna merah.

Emboss Effect

Efek ketiga yang akan kita coba adalah efek emboss atau seperti huruf timbul. namun untuk menerapkan efek ini, kita harus bermain dengan 3 unsur yaitu warna huruf, bayangan dan latar belakang. ketiga bagian tersebut harus disesuaikan warnanya agar tercipta efek emboss yang diinginkan. contoh efek emboss pada huruf sebagai berikut:

Hielmy Zaenun Nafsi

Untuk membuat efek seperti diatas, buatlah kode CSS seperti berikut:

1
2
3
4
5
6
7
body {
background: #ccc;
}
h1 {
color:#ccc;
text-shadow: -1px -1px #fffff, 1px 1px #333;
}

karena harus menyesuaikan dengan warna background juga maka warna pada body ataupun bagian lain yang menjadi tempat text itu berada harus ditentukan pula warnanya, pada contoh ini warna background pada body adalah #ccc, kemudian warna text h1 pun harus disamakan yaitu #ccc, nah sekarang agar efek timbul itu bisa tercipta dibutuhkan dua buah bayangan, oleh karena itu pada properties text-shadow diatas, value untuk shadow dibuat dua buah yang dipisahkan dengan tanda koma, keduanya mengarah ke arah yang berbeda, yang satu di set -1px -1px dengan warna #ffffff (putih), sedangkan yang satu 1px 1px dengan warna #333, dengan kombinasi tersebut maka akan tercipta efek emboss atau text timbul.

Shadow effect ini mulai diimplementasikan pada CSS3, oleh karena itu, efek ini hanya akan bisa ditampilkan dengan baik oleh browser yang mendukung CSS3 secara penuh, apabila anda membukanya dengan browser yang sudah “uzur” kemungkinan besar tampilannya akan berantakan.

Akhir kata, semoga tutorial ini bisa bermanfaat bagi anda, mohon maaf kalau banyak kekurangan, namanya juga masih belajar :)

Selamat Mencoba…

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Trending Topic

17 November 2009

Orang Indonesia ini memang pinter yah kalo disuruh bikin trending topic di twitter, apapun kalo mau kompakan bisa jadi trending topic, ngga tanggung2, langsung melesat di urutan satu!! mengalahkan trend lain yang ada di dunia (secara global), padahal kadang trend yang diangkat para tweeps Indo ini benar2 tidak penting, seperti malam ini, trend topik #tebaklagutranslate sama #tebakbandtranslate jadi trending topic, padahal isinya bener2 ga penting, cuma bikin tebak2an dengan menterjemahkan lagu atau nama band barat ke bahasa Indonesia.

Twitter trending topic

Twitter trending topic

dulu juga waktu mendiang mbah Surip meninggal dalam seketika mbah Surip menjadi trending topic, sampai2 para bule kebingungan dan bertanya “who the h**l is mbah surip?”, hehe.. itulah hebatnya orang Indonesia, urusan “ikut2an” mah nomor satu deh! hehe… peace ah….

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Hardisk Baru

17 November 2009

yeeeaahh…. akhirnya punya hardisk baruuuu.. *joget-joget*

loh emg kenapa dengan hardisk yang lama? ngga apa2 sih, masih ada dan berjalan baik, bahkan OS saya masih berjalan di hardisk itu, penuh juga belum, masih ada sekitar 40% lagi. terus kenapa beli lagi? hmmm… tepatnya sih bukan beli, hanya “menampung” hardisk punya teman yang ternyata salah beli. ceritanya begini, teman saya itu komputernya masih jadul dan si motherboardnya itu cuma support sama hardisk ATA, akhirnya minggu lalu saya muter2 sama dia dari BEC sampai kandaga (cicadas), ternyata hardisk ATA itu udah cukup langka, di BEC ngga ada yg jual, akhirnya ketemu lah di Kandaga, dibelilah si hardisk 250GB itu sama temen saya dari kandaga, eh sialnya abis itu ngga langsung dipasang, malah di biarin beberapa hari, pas hari ini mau dia pasang betapa kagetnya ternyata hardisk yang dibeli itu adalah hardisk SATA!!! otomatis lah dia ga akan bisa pake, kayaknya si pegawai toko salah dengar, soalnya pas liat di bon pembelian pun ditulisnya itu memang “hardisk SATA”, mau dituker juga udah kelamaan, dan si segel udah dibuka.

nah daripada mubazir, temen saya itu ceritanya mau jual ke saya dengan keringanan harganya dibawah harga beli dan dapat dibayar kapanpun saya punya duit, hehe… lumayan lah, biarpun ga terlalu butuh kalo ada tambahan “lapak” kan bisa lebih bebas nyimpen2 file, 250GB gitu loh! ya biarpun bukan ukuran terbesar buat saat ini tapi buat saya ini udah cukup luas, orang hardisk bawaan yang 80GB aja sudah hampir 2 tahun saya pakai dan itu pun saling berbagi dengan 2 OS plus data, lagu2, video, dll. itu pun belum penuh, apalagi ditambah ini 3x dari kapasitas hardisk lama saya, wow… *norak* :D

hardisk baru ini saya partisi jadi 2 saja (hardisk lama malah dibagi 5 :D ) yang satu 100GB satu lagi 150GB, tujuannya kalau2 tar saya harus nyimpen satu file raksasa ngga usah kebingungan, soalnya berdasarkan pengalaman saya sempet kesulitan nyimpen satu file video berukuran raksasa yang ngga bisa di save di hardisk saya, kalau ditotal dari semua free space di hardisk saya itu cukup buat nyimpen file itu tapi masalahnya karena sudah dipecah2 dalam beberapa partisi jadi ga ada satupun partisi yang freespacenya bisa muat itu file, jadi sekarang saya siapkan tuh dua partisi raksasa buat nyimpen file2 raksasa, hehe…

yah mudah2an hardisk baru ini bisa bermanfaat buat saya, dan yang penting bisa cepat2 melunasinya, karena gimanapun ini tetep utang, biarpun bisa dibilang “pinjaman lunak”, hehe… yuk ah mariiiii….

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes