Konser “Wilujeng Sumping”

4 Desember 2009

Semalam saya menghadiri acara rutin tahunan dari mahasiswa FISIP Universitas Padjadjaran yaitu “Wilujeng Sumping”. Acara ini merupakan acara konser musik yang digelar tiap tahun dalam rangka menyambut mahasiswa baru, “wilujeng sumping” sendiri artinya “selamat datang” yang diambil dari Bahasa Sunda.

Acara “Wilujeng Sumping” semalam berlangsung cukup meriah, dalam acara tersebut diisi oleh band-band terkenal dari kota Bandung seperti Closehaed, Goodboy Badminton, Anonymous dan yang paling saya tunggu tentu saja Mocca! *yeeeey!!* dan beberapa band audisi. menurut saya dibanding 1-2 tahun kebelakang, acara Wilujeng Sumping kali ini lebih meriah, mungkin karena kehadiran Mocca dan Closehead yang cukup ditunggu banyak penggemarnya di kampus FISIP.

Untuk dapat masuk ke acara tersebut para penonton diwajibkan memperlihatkan KTM, ini untuk mencegah datangnya para penonton yang tidak diinginkan misal para preman atau warga lokal yang biasanya datang ke acara-acara musik sambil mabuk dan bikin rusuh. secara keseluruhan acara yang berlangsung di lapangan volly belakang (outdoor) ini cukup aman terkendali, salut untuk panitia.

Mocca (ilustrasi)

Mocca (ilustrasi)

Dari sekian artis yang hadir, yang paling saya tunggu adalah Mocca, ini kali kedua saya menonton pertunjukan Mocca secara langsung di Jatinangor, yang pertama sekitar 2 tahun lalu di Plaza Padjadjaran (yang sekarang sudah “tiada”). malam itu Mocca tampil sangat gemilang, Arina selaku vokalisnya sangat atraktif dan menarik, dia juga tampil sangat cute malam itu :P . beberapa lagu yang dibawakannya diantaranya Telephone, Do what you wanna do, The best thing, I’m Lucky dan Happy. ada pula sebuah lagu yang direquest oleh penonton yaitu Mars Persib, tidak heran, karena banyak sekali bobotoh yang juga penggemar Mocca disana. awalnya para personel Mocca agak ragu untuk membawakan lagu ini, karena sudah sangat lama tidak dimainkan dan tidak latihan sama sekali, tapi karena permintaan cukup tinggi akhirnya mereka membawakannya, dan hebatnya lagu tersebut dibawakan dengan sangat sempurna, salut untuk Mocca, mereka sangat profesional dalam hal ini.

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, secara keseluruhan berlangsung lancar walaupun kalau melihat rundown-nya sendiri banyak agenda yang terbilang ngaret, tapi tidak terlalu masalah, yang penting acara lancar terkendali. bravo FISIP! :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Hoax

28 November 2009

Sekitar 2-3 tahun lalu, masyarakat Indonesia mungkin masih asing dengan kata ini, namun sekarang sepertinya kata “hoax” sudah mulai populer, hal ini terjadi karena memang arus informasi semakin mudah, akses ke internet semakin terjangkau sehingga penyebarluasan istilah “hoax” begitu cepat.

Saya sendiri melihat, masyarakat menjadi familiar dengan kata ini karena sering melihat/membacanya di forum terbesar di Indonesia (sebut saja Kaskus), disana banyak sekali thread dengan judul "bla..bla..bla.. hanya HOAX" atau "blablabla...no HOAX", nah dari seringnya muncul istilah hoax di forum tersebut membuat masyarakat tahu bahwa secara sekilas artiĀ  hoax=bohong.

Namun ada yang disayangkan, saya juga melihat banyak kesalahan konteks dalam penempatan kata hoax ini, hoax sebenarnya merujuk pada berita bohong, ya…hanya pada berita atau kabar bohong yang dimaksudkan untuk memperdaya para pembaca/publik agar mempercayai bahwa berita tersebut adalah benar, padahal sebenarnya adalah berita bohong, jadi intinya tidak semua yang bohong(an) itu disebut hoax, masih bingung? oke saya kasih contoh, misalnya konteksnya begini:

Kiamat tahun 2012 itu sebenarnya hanya hoax.

nah dari kalimat diatas menunjukan bahwa berita tentang kiamat akan terjadi tahun 2012 itu hanya hoax, hanya rumor belaka, jadi jangan percaya pada berita tersebut. sekarang saya beri contoh penempatan yang kurang tepat, misalnya:

Patung lilin itu mirip manusia, padahal cuma hoax.

Nah kalau melihat contoh diatas, penempatan kata hoax pada konteks diatas kurang tepat, karena kalimat diatas bukan merujuk pada sebuah berita, tapi hanya mengatakan kalau patung lilin itu palsu, tapi palsu disini bukan kabar palsu, tapi hanya benda yang menyerupai asli.

Kemudian hal lain yang menurut saya cukup aneh adalah menggunakan huruf kapital untuk HOAX, kenapa harus kapital? hoax bukan singkatan atau akronim kok! apa karena setiap melihat di forum2 selalu tertulis kapital? ya mungkin itu cuma sekedar penegas saja, tapi tidak ada keharusan menulis hoax dengan huruf kapital, tapi sayangnya beberapa kalangan masyarakat meanggapnya harus begitu, terbukti saya pernah melihat di beberapa posting blog yang menuliskan kata hoax selalu dengan huruf kapital, entah aturan dari mana :D

Saya disini hanya beropini saja, saya juga bukan ahli bahasa, saya pun masih sering melakukan kesalahan dalam berbahasa, tapi apa salahnya berbagi? betul ngga…??

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Kategori: Catatan Bebas
Tag: , , ,
Komentar: 6 komentar »

Jojoba

27 November 2009

Pernah dengar “Jojoba”? bukan Jomblo-Jomblo Bahagia loh… tapi jojoba oil yang biasanya ada pada produk2 perawatan tubuh, tapi yan kita bahas disini bukan mengenai jojoba oil dan manfaatnya, tapi pelafalan kata “jojoba” itu sendiri. Yang saya tahu (dan menurut wikipedia pun begitu), Jojoba itu dibaca ho-ho-bah bukan jo-jo-ba seperti yang biasa diucapkan dalam iklan2. aneh memang, seharusnya dalam iklan itu menggunakan ejaan baku, bukan asal dengar seperti itu. tidak lucu kan kalu di iklan menyebut Rice dengan “ri-ceu” bukan “rais“?! tapi karena jojoba ini tidak umum, jadi ketika diucapkan “jojoba” pun tidak banyak orang yang ngeh kalau itu salah.

Nama jojoba diambil dari bahasa latin (Mexico, tempat asalnya), dalam bahasa Latin, huruf “J” dibaca “H”, makanya nama Julio dibaca hulio, begitu pun dengan jojoba yang dibaca ho-ho-bah. kesalahan pengucapan yang dianggap lazim seperti ini juga terjadi pada penyebutan nama klub sepak bola Italia, misalnya Juventus seharusnya dibaca yuventus, tapi karena kita sudah terbiasa, bahkan di berita televisi pun mereka masih sering menyebutnya “juventus”. Untunglah ada salahsatu iklan di radio yang pernah saya dengar sudah ngeh dengan kesalahan ini, dalam iklannya mereka menyindir iklan lain yang biasa menyebut “jojoba”, kutipannya kira2 begini:

hah? Jojoba? ho-ho-ba kali!! hahaha…. *tertawa mengejek*

Jadi, mulai sekarang yuk kita pakai pengucapan yang benar, bukan jo-jo-ba, tapi ho-ho-ba(h) :) . oh iya, untungnya Haji Jaja Miharja bukan orang Latin, kalu iya nanti namanya jadi Hahi Haha Miharha donk….hehe… :P *garing*

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Kategori: Catatan Bebas
Tag: , ,
Komentar: 4 komentar »

Tulisan Tangan

25 November 2009

Seberapa seringkah anda sekarang menulis dengan tangan? apakah masih cukup intens? jika dibandingkan, lebih banyak mana mengetik atau menulis? saya sendiri, terus terang sudah sangat jarang menulis, sejak masih sekolah dan kuliah pun saya memang malas mencatat, ditambah sekarang sudah tidak mengalami lagi proses KBM, kegiatan menulis dengan tangan bisa dibilang nol, tidak heran tulisan saya tidak pernah bagus, hehehe….

ilustrasi

ilustrasi

Ada hal yg lucu terjadi beberapa hari lalu, ceritanya minggu depan rekan2 sekantor mau mengadakan outbound, nah untuk mengkonfirmasi apakah akan ikut atau tidak disediakanlah tabel absen, hanya tinggal tulis nama dan tanda tangan, yang menarik, saya lihat tidak ada satupun tulisan tangan mereka yang bisa dibilang “bagus”, apakah ini terjadi gara2 mereka memang jarang menulis lagi? atau memang sudah bakat dari sananya tulisannya jelek? yang saya lihat sih memang rekan2 sini sudah jarang menulis, kebanyakan mengetik di komputer/laptop. sepertinya fenomena seperti ini tidak terjadi disini saja, bahkan para mahasiswa pun sekarang sudah mulai jarang yang menulis dengan tangan, adanya laptop memang mempermudah proses kuliah, ketika belajar dikelas kebanyakan sekarang para mahasiswa langsung mengetikkannya di laptop, bukan di buku catatan lagi. Bagaimana dengan anda, masihkah menulis dengan tangan? :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Warnet di Jatinangor

24 November 2009

Dulu, katakanlah 2-3 tahun lalu, usaha warnet di Jatinangor cukup menjanjikan. Kawasan disini cukup padat terutama oleh para mahasiswa yang merupakan pasar utama bagi pengusaha warnet. waktu itu, warnet tidak sebanyak sekarang, namun kebutuhan mahasiswa akan internet cukup tinggi, tidak heran kadang para mahasiswa harus mondar-mandir mencari warnet yang kosong, waiting list adalah hal yang lumrah. waktu itu, internet broadband masih jarang, hotspot masih sebatas di restoran atau “kedai” kopi mahal di pusat perbelanjaan, yang punya laptop pun masih orang2 kalangan atas.

Sekarang, jumlah warnet semakin banyak, bahkan hampir menyaingi jumlah warung kelontong, tapi ironisnya para pemilik laptop pun semakin banyak seiring dengan semakin murahnya harga perangkat tersebut, pun diikuti oleh banyaknya “titik panas” yang tersedia, mulai dari kampus (sekarang hampir SELURUH wilayah kampus ter-cover hotspot gratis) sampai kedai2 makan dan “warung kopi” pun sudah mulai menyediakan hotspot gratis. o ya satu lagi, sekarang sudah banyak tersedia layanan internet di kostan, baik menggunakan kabel (ADSL, shared) ataupun mobile broadband. jadi, apakah bisnis warnet di Jatinangor ini masih prospektif? kalau dilihat konsumennya sih masih ada, tapi memang tidak sebanyak dulu, sudah jarang saya melihat ada orang duduk dan terdaftar di waiting list, hampir selalu ada komputer nganggur. persaingan semakin ketat, bahkan harga standar pun diturunkan, tapi tetap saja tidak bisa menarik konsumen sebanyak dulu. pasar memang kejam :)

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes