Narablog, Berkurang atau Bertambah?

11 Januari 2010

2010, sudah hampir 4 tahun saya mengenal dunia blog, saya jadi pembaca blog sejak 2006 dan baru menulis blog di akhir 2006 dan mulai “serius” di awal 2007. saat itu blog lagi hangat-hangatnya, istilahnya lagi hype. narablog (blogger) terkenal (atau biasa disebut seleb blog) seperti Priyadi, Enda, Jay, dll. menjadi idola dan panutan, setiap postingnya pasti ditunggu2 oleh ratusan atau bahkan ribuan pemabaca setianya, setiap narablog baru seperti terinspirasi oleh mereka, dengan tulisan yang menarik dan berkualitas plus puluhan atau bahkan ratusan komentar. itulah yang saya rasakan di dunia perblogan kala itu, orang-orang lebih cenderung fokus pada konten, ingin menulis semenarik mungkin demi mendapat pengunjung dan komenator yang banyak. Tidak peduli SEO, afiliasi, backlink dan semacamnya, yang penting blog mereka dikunjugi dan dibaca, tanpa peduli apakah para komentator akan mendapat backlink atau tidak, apakah mereka akan mengklik iklan atau tidak.

Saat itu, blog sedang mekar-mekarnya, narablog baru bermunculan, kebanyakan memang “berdomisili” di layanan penyedia blog gratisan seperti WordPress.com atau Blogger, itu tidak masalah, biarpun lebih minim fitur dibanding hosting sendiri (misal tidak bisa dipasangi AdSense, dst) tapi karena lebih berfokus pada konten, hal tersebut tidaklah menjadi kendala. banyak komunitas blog bermunculan, ada yang berasarkan kesamaan tempat tinggal, ada juga yang berdasarkan kesamaan minat maupun fokus tulisan. dulu saya memiliki teman-teman blogger dari kalangan anak muda, kira-kira usia anak sekolahan lah yang tergabung dalam satu komunitas blogger, saya kagum melihat tulisan-tuliasan mereka, dengan usia semuda itu, tapi mampu membuat tulisan yang menarik, bermanfaat dan enak dibaca.

Dunia terus berputar, waktu terus berjalan, semakin kesini yang saya rasakan dunia perblogan semakin lesu, para “pahlawan” blog yang saya sebutkan diatas sudah tidak pernah memperbaharui blognya lagi, begitupun para penggemar dan “pengikut” mereka (yang biasanya komentar disana) sudah menghilang satu persatu, teman2 narablog muda yang saya kenal dulu juga sudah menghilang, bahkan para pemilik blog dengan domain sendiri sudah tidak bisa diakses lagi, intinya saat ini yang saya rasakan para narablog semakin menghilang.

Namun sepertinya faktanya tidak seburuk yang saya rasakan, jika kita melihat dunia perblogan lebih luas, ternyata para narablog masih banyak, tidak sesurut yang saya bayangkan, mungkin apa yang saya rasakan sebelumnya lebih dikarenakan scope yang berbeda antara dunia perblogan dulu dengan sekarang. jika sekarang kita hanya berada dalam “kotak” dunia blog dengan para “master” seperti Priyadi, Enda, dll. memang orang2 dari dunia blog yang itu sudah semakin berkurang, tapi jika kita melihat ke “kotak” yang lain, justru para narablog ini semakin banyak, jangan tanya para narablog sekarang tentang orang2 tadi, sepertinya sudah tidak begitu dikenal, narablog sekarang lebih mengidolakan para master yang ahli SEO, pebisnis online dan teman2. ya.. karena topik yang paling hangat sekarang ya tidak jauh dari bisnis online dan SEO itu. idola baru sekarang adalah blog dengan PR tinggi dan SEO yang bagus, narablog yang menghasilkan banyak uang (yang kadang kala tulisannya biasa saja dan cenderung membosankan,no offense). namun apapun itu saya tetap senang, ternyata dunia perblogan tidak sesuram yang dibayangkan, malah kalau saya lihat sekarang, blog dengan domain sendiri sudah jauh lebih banyak dibanding masa2 “keemasan” dulu, artinya orang yang niat ngeblog sudah semakin banyak, karena kalau hanya untuk iseng2 saja, mereka tidak sampai hati mengeluarkan uang untuk membeli domain dan hosting.

Apapun perubahannya, saya sih sebenarnya senang-senang saja, toh SEO juga tidak haram walau bukan segalanya, masih banyak topik yang bisa dibahas selain memahas SEO itu sendiri, jika blognya ingin dioptimalkan ya silakan, saya pun demikian, namun itu hanya bekerja di balik layar saja, didepan kita bisa tulis topik2 lain yang tidak kalah menarik. hidup narablog Indonesia!!!

Beri tahu teman :
  • Facebook
  • Twitter
  • del.icio.us
  • Ping.fm
  • Tumblr
  • Posterous
  • Technorati
  • email

Tulisan lain yang mungkin berkaitan:

4 komentar pada “Narablog, Berkurang atau Bertambah?”

  1. 1 fanz berkomentar:
    Pada 12 Januari 2010 pukul 12:43 WIB
    menggunakan Mozilla Firefox 3.0.11 pada Windows XP

    ya begitulah hidup
    wong artis aja udah regenerasi masa blogger ga ada regenerasinya :)

  2. 2 JhezeR berkomentar:
    Pada 12 Januari 2010 pukul 14:24 WIB
    menggunakan Opera Mini 9.80

    Bagaimanapun blogger indonesia semakin banyak dg berbagai content menarik utk disimak.. Salam Indo Bloggers :)

  3. 3 Jaw berkomentar:
    Pada 14 Januari 2010 pukul 15:36 WIB
    menggunakan Mozilla Firefox 3.0.17 pada Windows XP

    Kalau saya justru lebih senang blog walking ke semua jenis blog mas Hielmy, jadi tidak melulu satu bahasan saja, sering kali saya nemu 1 blog yang berisi tentang cerita sehari2, di blog yg lain tips dan trik internet, yg lainnya lagi mengenai motivasi, dll, dll.

    Menurut saya itu yang membuka wawasan saya, tidak terkungkung dan terkotak-kotak dalam 1 bidang saja

  4. 4 dani berkomentar:
    Pada 17 Januari 2010 pukul 04:32 WIB
    menggunakan Mozilla Firefox 3.5.7 pada Gentoo Linux

    @Jaw,
    menurut saya, menulis topik yang spesifik justru lebih membutuhkan perhatian dan passion. Sedikit banyak, blog dengan topik spesifik semestinya akan mendapat perhatian lebih dari pengguna.

    Pengunjung jadi tahu kemana jika ingin mencari topik tertentu tersebut. Tidak perlu melalui mesin telusur Internet lagi.

    Kepercayaan, etika kejujuran, dan otoritas akan menjadi sesuatu yang lebih penting di dunia Web2.0+, dimana semua narablog bisa menjadi prosumer. :)


Tulis komentar


Blog ini menerapkan "DoFollow", silakan berkomentar.
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes