Google Chrome Terdeteksi Sebagai Safari
25 November 2009Setelah beberapa hari lalu saya menginstall plugin browser sniff untuk Wordpress, saya baru ngeh kalu ternyata browser yang saya gunakan di sistem operasi Linux yaitu Google Chrome terdeteksi sebagai Safari oleh wordpress, lebih lucu lagi OSnya pun terdeteksi sebagai Mac OS X, hehe… hal ini terjadi mungkin karena plugin tersebut belum “mengenal” Chrome, tapi karena layout engine nya sama dengan Safari yaitu WebKit, jadi Google Chrome ini terdeteksi sebagai Safari, tapi untuk urusan salah deteksi sistem operasi saya juga kurang mengerti kenapa.
Sebenarnya identitas asli dari browser yang dipakai bisa diketahui, jika kita membuka blog ini dengan browser berbasis WebKit (tidak berlaku untuk Firefox dan Opera), maka akan ada tanda bintang disamping keterangan browser dan OS pada kolom komentar (lihat gambar dibawah), apabila kita hover kursor disana, maka akan muncul tooltip yang menunjukan “jati diri” asli si browser plus sistem operasi yang digunakan. terkadang memang saya juga online dari laptop dan memang benar2 menggunakan sistem operasi Mac, sepintas hasil deteksi dari browser sniff sama saja seperti ketika saya menggunakan Chrome di Linux, tapi apabila di hover ke tanda bintang tersebut, baru deh keliatan aslinya. berikut tangkapan layar ketika saya menggunakan Linux:
berikut tampilan ketika menggunakan Mac OS:
Oh iya, untuk Windows 7 pun rasanya belum bisa terdeteksi dengan baik, plugin ini hanya menampilkan “windows NT” sebagai sistem operasinya. Saya juga belum pernah mencoba menggunakan Konqueror untuk mengakses blog ini, apakah akan terdeteksi juga sebagai Safari? secara Konqueror ini dedengkotnya WebKit
. Sebenarnya “bug” ini bukan masalah berarti sih, malah bisa jadi ajang gaya2an, coba deh kalau anda mengunjungi blog dengan plugin browser sniff/detector, pakailah Google Chrome untuk browsing supaya nantinya terdeteksi sebagai Safari dan menggunakan Mac OS X, kan keren tuh, iya ngga?
Tag: blogging, browser, internet, plugin, wordpress
Komentar: 18 komentar »



Pada 26 November 2009 pukul 00:15 WIB
gud sharing. jadi tambah pengetahuan nih ane. sayangnya blm coba, baru tahu opera ma mozila to!
Pada 26 November 2009 pukul 04:54 WIB
Ya, memang sering salah deteksi koq. Aku dulu juga pake plugin itu. Ada pula plugin mendeteksi negara berdasarkan IP juga sering salah, banyak yg komplain, soalnya dia dari Indonesia kedeteksinya dari Australia…
Pada 26 November 2009 pukul 04:54 WIB
Wah iya.. beneran.. padahal aku pake google chrome.. hehehe..
Pada 26 November 2009 pukul 06:08 WIB
@andi sakab
coba pake chrome deh, kenceng dan enteng mas
@rosyidi
nah, makanya saya males jg pake plugin country detector lagian tar makin rame aja blognya sama “pernak pernik” hehe…
*sekalian ngetes, skr pake firefox di Linux, bener ga ya?*
Pada 26 November 2009 pukul 06:09 WIB
test pake opera…. *halah*
Pada 26 November 2009 pukul 11:22 WIB
koq bisa gtu yah??
aneh juga neh
Pada 26 November 2009 pukul 22:59 WIB
biasanya emang gitu sih bang, detektor kaya’ gitu biasanya cuman manjur untuk OS dan browser yg umum.. kalo termasuk ‘gak umum’ ya gitu deh.. dijawab seadanya aja.. he.he..
Pada 26 November 2009 pukul 23:00 WIB
@Gravisware
denger2 deteksi browser dan OS itu adalah fitur dari PHPnya, si plugin hanya membantu menampilkan, kalo gitu yg salah PHPnya donk ya?! ato emg murni dari kemampuan deteksi plugin? ah saya juga bingung… CMIIW.
Pada 27 November 2009 pukul 01:17 WIB
saya coba make lunascape akh
Pada 27 November 2009 pukul 10:15 WIB
chrome memang “turunannya” safari mas
kencengnya juga, settingnya kan pake bawaan windows, IE
kan dulu pernah direview sama google, coba cari saja
Pada 27 November 2009 pukul 10:17 WIB
@ael
yap memang betul, makanya saya tulis kan diatas kalau chrome memang sama2 menggunakan webkit, sama seperti safari dan konqueror (KHTML).
settingan bawaan IE gimana mas? saya kurang paham untuk poin itu, lagipula saya tidak menggunakan Windows
Pada 28 November 2009 pukul 04:28 WIB
Wahhh…
acau th bisa salah deteksi gt..
Pada 3 Desember 2009 pukul 17:27 WIB
Brarti di kompie nya (ato laptopnya) mas hielmy ini mempunyai koleksi browser yang berjibun nya. mulai opera, mozila, chrome dll nya
(punya netscape juga gak
) chrome ku aja beberapa waktu yang lalu semat aku pensiunkan. Mungkin akan aku hidupkan lagi ah….
.
Pada 25 Desember 2009 pukul 17:31 WIB
karna sama sama bermesin WEBKIT… satu keluarga
Pada 8 Januari 2010 pukul 14:29 WIB
menggunakan Mozilla Firefox 3.5.6 pada Gentoo Linux
Mas Priyadi ngga update lagi sih. Tapi saya dan beberapa temen masih pake plugin itu. Termasuk memutakhirkannya masing-masing dengan jenis peramban dan sistem operasi yang baru. Kan kodenya open source.
Selain itu, banyak plugin sejenis di wordpress yang makin simpel pemakaiannya.
Tentang chrome dan safari, saya sudah pernah menulis solusinya di blog.
Pada 8 Januari 2010 pukul 14:31 WIB
menggunakan Mozilla Firefox 3.5.6 pada Gentoo Linux
Oh iya, satu lagi. Yang tanda bintang itu kan hanya admin yang punya akses.
Pada 17 Januari 2010 pukul 23:44 WIB
menggunakan WordPress 2.9.1
[...] tulisan sebelumnya beberapa waktu lalu, saya sempat mengeluhkan mengenai plugin Browser Sniff yang tidak bisa [...]
Pada 18 Januari 2010 pukul 08:08 WIB
menggunakan Mozilla Firefox 3.5.7 pada Gentoo Linux
Eh saya lupa..ternyata sudah pernah komentar di sini.